Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
OpenBTS: Solusi Komunikasi Pasca Bencana
Tuesday, December 14th, 2010 | Author:

Ada sebuah informasi yang sangat berguna dalam proses tanggap respon pada sebuah area bencana yaitu sistem komunikasi berbasis BTS. Banyak infrastruktur telekomunikasi pada saat kejadian bencana ikut juga terkena imbas. Hal ini telah membuat layanan komunikasi tidak berjalan saat itu. Ada banyak solusi yang bisa dilakukan agar komunikasi antar relawan tetap bisa berjalan, salah satunya yang terkenal dan sering digunakan adalah radio HT. Radio HT mungkin bagi sebagian orang sudah biasa, tapi pernahkah anda mendengar sistem komunikasi berbasis OpenBTS?

Apa itu OpenBTS?
OpenBTS (Open Base Transceiver Station) adalah sebuah BTS GSM berbasis Open Source Software yang memungkinkan handphone GSM (HP yang sering kita pakai sehar-hari) untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan selular. Nah pada situasi pasca bencana openBTS bisa dikatakan sangat membantu dalam tahap rehap/rekons. Selain bisa menggantikan radio HT yang hanya memanfaatkan teknologi half duplex (mode komunikasi yang ditransmisi secara dua arah tapi tidak secara bersamaan), openBTS bisa membuat komunikasi di daerah bencana dengan biaya/cost $0 untuk setiap komunikasi. Bandingkan jika kita menggunakan operator selular yang ada di Indonesia saat ini, bayangkan sendiri berapa dana yang harus kita keluarkan perkomunikasi.

Projek ini dikembangkan oleh Harvind Samra dan David A. Burgess dengan tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengurangi biaya layanan GSM di wilayah rural di negara berkembang agar di bawah US$1/bulan/pelanggan. GILAAA.. Makanya kita jangan jadi orang bodoh yah, ditipu terus nih sama operator. hehehe.. (aduh pisssss deh Operator, tanpa anda kami ga bisa berkomunikasi dengan seluruh keluarga di Indonesia ini)

Biaya Perangkat?
Perkiraan harga perangkat untuk OpenBTS ini adalah sekitar Rp 15-25 juta/buah, jauh dibawah BTS Selular biasa yang biasanya memakan biaya pengorderan ratusan juta hingga milyaran rupiah.. wuihh ajib dah. makin bodoh makin enak ditipu.. heeuheuhue..

adikcilak

Dimana Pernah diCoba?
Di 2010, sebuah sistem OpenBTS dipasang secara permanen di Nieu dan merupakan instalasi pertama yang tersambung dan dicoba oleh perusahaan telekomunikasi di sana. Niue adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan penduduk sekitar 1700 orang yang tidak menarik bagi penyelenggara telekomunikasi mobile. Struktur biaya OpenBTS sangat cocok untuk Niue yang sangat mendambakan layanan selular tapi tidak bisa membeli sistem base station GSM konvensional.

Apa yang Kita Inginkan?
Teknologi ini sangat diharapkan ada ditempat-tempat dimana pasca bencana terjadi, terutama yang infrastruktur selular terkena dampak langsung. Selain itu komunikasi ini juga memberikan biaya layanan yang sangat murah, sehingga akan menekan biaya cost para relawan bencana dalam membantu proses tanggap respons di daerah bencana. Bagaimana anda tertarik?

Kalo saya seh tertarik bangun sistemnya,, tapi siapa yang mau galang dana untuk projek seperti ini.. ?

referensi:

  1. http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/OpenBTS
  2. http://myquran.com/forum/showthread.php/21090-Membangun-Open-BTS-Selular-%28GSM%29 (Membuat Base Station GSM Open Source Oleh: Onno W. Purbo)

Possibly Related Posts:


Category: ICT
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. Sari Diana says:

    :)

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    koq :D
    di respons dong.. atau mang ga ngerti? hehe

    [Reply]

  2. soleh says:

    sayang….utk keperluan basarnas…mereka malah pakai privatemobilenetworks. kebetulan bekas bos saya yg supply….banyak tuh korupsinya wong ditawarkan 2 Milyar sistemnya.

    kalo cuma maksimal 100 juta, kadang orang2 pemerintahan malas..karena gak ada bisnis..
    dasar otak koruptor mereka.

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Hihihihi,,
    iya seh kan pemerintah banyak duit..
    mau seenaknya aja,, :D

    [Reply]

  3. “.~ I am very thankful to this topic because it really gives great information .*.

    [Reply]

  4. Om Adi says:

    Koreksi dikit nih buat dek Adikcilak, biaya beli BTS gak sampe milyaran kalle. Contoh : Huawei BTS3606C saja sekarang “cuma” 140 juta. Kalau mau lebih murah lagi, pakai repeater dan antenna high gain.
    Mengenai layanan bencana, pemerintah seharusnya mewajibkan all operator untuk segera melakukan recovery, misalnya diberi batas waktu tertentu. Dan itu juga tidak terlalu sulit kok, pasalnya operator umumnya sudah mengasuransikan all perangkatnya, so ga perlu keluar duit lagi.
    Mengenai biaya langganan sampai US$1/bulan/pelanggan, kayaknya bukan barang aneh lagi deh.
    Anak2 SMP now banyak yang cuma habis 15 ribuan kok per bulannya untuk cuap2 dengan para sohib2nya.
    So, kesimpulannya plis jangan bilang kita makin bodoh lah.
    Tapi salut deh buat dirimu dan temen2 lain yang terus berekplorasi dengan telekomunikasi. Mudah2an kita nanti mampu membuat pabrik telekomunikasi sehebat pabrik2 kelas dunia semacam NSN, ZTE, Huawei, Motorola, dll.
    Tetap semangat dan thanks for tulisannya yang inspired !!

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    ah om adi terlalu berlebihan..
    saya masih cupu banget..
    jadi masih berteori dengan beberapa artikel, dikarenakan masih banyak yang harus dipelajari dan terus dipelajari..
    anyway terima kasih atas sharing ilmunya..

    [Reply]

  5. Billie Davari says:

    Great information :)

    [Reply]

  1. media

    media…

    [...]adikcilak.com » seo » OpenBTS: Solusi Komunikasi Pasca Bencana[...]…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank