Archive for July 7th, 2012

Saturday, July 07th, 2012 | Author:

Siapa sih yang tidak mengenal Teuku Umar. Seorang pahlawan nasional yang mempunyai cara strategi berperang yang tidak digunakan (jarang) oleh pahlawan nasional lainnya. Cara yang tidak biasa yang malah bisa dianggap sebagai pengkhianat telah membuat ia benar-benar dianggap  pengkhianat bagi koloni Belanda saat itu, yaitu strategi berpura-pura mengkhianati pejuang Aceh dengan memberikan segala informasi tentang mereka. Cara yang ia tempuh inipun hanya diketahui oleh beberapa orang pemimpin pejuang besar dengan alasan agar strategi ini tidak sampai bocor ke mata-mata alias cuak di barisan pejuang Aceh. Strategi ini telah banyak memakan korban jiwa dan harta dari pihak kolonial Belanda, sehingga ini membuat Belanda geram dan benar-benar ingin mencarinya. Hidup atau mati kepalanya harus ditemukan. Itulah tekad Belanda saat itu karena saking marahnya.

Alkisah menceritakan ketika suami Cut Nyak Dhien ini wafat, para pejuang sempat berkali-kali memindahkan kuburannya agar tidak diketahui oleh mata-mata untuk diinformasikan ke Belanda. Maka tidak heran, posisi terakhir makamnya lari jauh dari menghadap kiblat dikarenakan proses  pengkuburan yang dilakukan pada malam hari.

Dibawah ini foto-foto perjalanan ke makam Teuku Umar, kompleknya beserta makam dimana Teuku Umar dikebumikan. Selamat menikmati.

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, July 07th, 2012 | Author:

Rute Perjalanan Nagan Raya Takengon – Judulnya terlalu traveller banget yah. Begitulah kenyataannya. Melewati gunung Singgah Mata bukan seperti melewati gunung Seulawah yang ada di Aceh Besar. Ada banyak tantangan terutama bagi anda yang suka jalan mengendarai sepeda motor sendirian. Ini yang saya alami dalam minggu ini (29 Juni 2012) dimana saya terpaksa naik ke Takengon melalui jalur Nagan Raya – Beutong [Gunung Singgah Mata] – Takengon dengan sepeda motor honda kharisma (Semoga pihak Honda mau mendonasi saya karena udah mempublikasi mereknya. Amiiin.. hehe..).

Setahu saya, gunung Singgah Mata terletak diantara dua kabupaten, yaitu kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Nagan Raya yang memiliki tinggi 2814 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL). Untuk melakukan perjalanan ke Aceh Tengah kita harus melewati gunung ini. Ini adalah jalan terdekat jika anda itu sedang berada di Aceh Barat (Meulaboh) , Nagan Raya, dan Aceh Selatan. Tantangan pertama yang akan kita jumpai adalah proses pendakian gunung yang gila curamnya dibandingkan gunung Seulawah. Ini akan terjadi jika anda menjelajahnya melalui Nagan Raya. Kalau anda naik/start dari Takengon mungkin kengerian ini bisa diabaikan. Maka dari itu jika anda memang ingin nekat, sebaiknya baca tips-tips berikut ini.

Awali perjalanan ini dengan Bismillah. Tips pertama adalah pastikan sepeda motor anda dalam keadaan baru saja di servis. Ini menjadi penting bagi kita pengendara yang baru pertama melewati gunung tersebut. Kedua, Jika sudah sampai ke beutong (bawah)  sebaiknya wajib bagi anda mengisi penuh (full tank) tanki bensin. Ketiga, jangan paksakan sepeda motor anda mendaki tanjakan, karena di gunung ini ada banyak tanjakan yang harus dilalui (laluilah dengan santai) kecuali anda tahu mesin sepeda motor anda sudah tidak kuat dan memutuskan untuk berhenti (mendinginkan mesin). Peringatan: Sekedar anda tahu, jalur ini sangat-sangat sedikit orang yang melintas dan anda tidak akan pernah menemukan tempat jualan/tempel ban dipinggir jalan. Jika saja kebocoran ban tidak ada cara selain menumpang dimobil pickup orang atau memasukkan rumput ilalang ke dalam ban tersebut (untung-untungan deh jika bawa pompa atau sudah berada di puncak, jadi tinggal turun). Apalagi mesin motor mati, itu jangan harap anda sanggup menolaknya sampai ke atas, karena tanjakan disini memang sangat parah. Keempat, Cobalah tersenyum kepada pengendara yang anda jumpai. Minimal bunyikan klakson sebagai tanda bahasa komunikasi, baik anda melewati pengendara lain atau berpapasan. Ingat, disini tidak ada orang lain. Jika terjadi apa-apa dijalan, sebuah klakson yang simpel tadi kita bunyikan akan sangat membantu. Pernah saat itu, ketika saya melewati sebuah mobil di puncak Singgah Mata saya melakukan klakson dan tersenyum pada seorang bapak. Sesampai saya diperbatasan Nagan Raya dan Aceh Tengah saya berhenti untuk istirahat. Dan tidak lama setelah itu bapak yang saya beri senyum tadi juga berhenti ditempat saya istirahat. Tanpa saya membuka diskusi beliau duluan membuka perbincangan hingga keadaan cair dan tidak kaku. Dari beliau saya tahu bahwa di Aceh Selatan dan beberapa di abdya ada pertambangan emas yang sebelumnya saya tidak tahu sama sekali. Sungguh luar biasa, satu senyum = segudang ilmu pengetahuan dan wawasan.  Kelima, ketika menuruni puncak Singgah Mata, sebaiknya mesin motor anda dimatikan saja. Hitung-hitung mendinginkan mesin dan menghemat bensin. Ini bermanfaat ketika nanti akan mendaki satu gunung lagi setelah Beutong Ateuh. Keenam, Jika sedang hujan, daerah puncak singgah mata dan puncak gunung satu lagi (Saya lupa namanya) itu suhunya sangat dingin.  Begitu kata pemuda Bener Meriah yang sudah terbiasa melewati jalan tersebut kepada saya. Saya tidak tahu harus bagaimana membandingkan ukuran dingin orang Bener Meriah dengan saya yang tinggal di daratan rendah sejajar dengan permukaan laut. Karena bagi saya dingin Bener Meriah saja di waktu malam sudah bikin menggigil. Sedikit intermezo, menurut saya, suhu di Bener Meriah lebih dingin daripada suhu di Takengon. Tapi lebih dingin lagi kalau di Blang Kejeren (Gayo Lues) Haha.. Coba rasain sendiri kalau udah kesana, dan beritahukan saya dikomen jika memang benar demikian. Jadi pakailah jaket tebal. Ketujuh, kenyataannya perjalanan ini melewati sebuah hutan perawan. Tentu yang namanya binatang buas bukan barang aneh yang kapan saja bisa muncul. Ketika saya masih dalam perjalanan mendaki gunung Singgah Mata, saya melihat binatang aneh seperti rubah yang cara jalannya meloncat-loncat. Memang sangat cepat dan tidak sempat saya lihat dengan puas karena mata saya fokus pada jalan. Dan disini juga sering terlihat Gajah, dan binatang  buas lainnya. Tapi Alhamdulillah, waktu saya melintasi saya tidak berjumpa dengan mereka… iiiiiiihhhh jadi takut..

Kondisi Jalan Nagan Raya – Takengon

Perjalanan dari Nagan Raya ke Takengon via gunung Singgah Mata membutuhkan waktu 4,5 jam (sudah masuk istirahat 1 jam) dengan panjang rute 145 Km (ini dihitung dari simpang 4 kota Meulaboh, dekat Rumah Sakit). Di Nagan Raya tepatnya mungkin sekitar Jeuram, jalan masih sangat mulus tapi ketika memasuki beutong (bawah) jalan di beberapa titik, rusak. Rusaknya pun tidak terlalu parah, cuman sekitar 5 meter ada lobang-lobang. Kemudian ketika mulai mendaki gunung Singgah Mata jalannya bagus  cuman perlu diwaspadai ada  banyak titik  rawan longsor dan untuk mobil sedan bisa dipastikan daerah longsor kawasan puncak Singgah Mata tidak akan bisa dilewati. Jangankan sedan, mobil lain seperti panther pickup aja mesti mikir-mikir dulu gimana cara lewatinnya.. Fiuuhh. Memasuki Beutong Ateuh hingga perbatasan Nagan Raya, jalanan relatif baik. Satu-dua emang ada yang rusak. Mungkin akan terasa sedikit parah ketika mulai mendapati perkampungan di Aceh Tengah. Disana jalan berabu. Untuk pengendara sepeda motor, pakailah helm penutup muka alias berkaca sehingga sedikit luput dari abu yang masuk ke mata. Hingga sampai ke jalur dua kota Takengon jalan masih perbaikan. Setelah itu anda akan bisa bersenang-senang karena memang anda sudah sampai ke kota. Selamat Datang di Takengon, GAYO HIGH LAND. :D

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mencoba jalur tersebut mengendarai sepeda motor. Salam Travelling :)

Gayo High Land

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank