Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Bukan Kami Yang “Batat”
Sunday, July 08th, 2012 | Author:
Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Ada sebuah cerita menarik yang saya dapatkan dari sekretaris desa (sekdes)  kampung nelayan  yang bernama Amin KS. Seperti diketahui, gempa yang disusul tsunami tahun 2004 yang sangat dahsyat tersebut telah membawa dampak yang sangat besar bagi seluruh rakyat Aceh. Khususnya kampung Pasir yang memang terletak persis di bibir pantai laut kota Meulaboh. Meulaboh yang menjadi salah satu kabupaten terparah dilanda tsunami menjadi daerah prioritas penanganan bencana. Awal 2005, berbagai macam Organisasi Non-Pemerintah (NGO) masuk ke daerah ini untuk membantu. Salah satunya adalah CARITAS.

Awal masuknya Caritas ke kampung ini dengan dibangunnya Komite Pembangunan Desa. Komite ini terdiri dari tokoh kampung dan beberapa penduduk setempat. Mempunyai tugas mengumpulkan data kepala keluarga, data penduduk yang selamat, penyelesaian hak kepunyaan tanah di kampung tersebut sampai melakukan komunikasi dengan pemerintah saat itu. Ketika ini terselesaikan, maka Caritas akan memberikan bantuan rumah kepada korban tsunami yang telah terdata.

Pernah suatu ketika, pak sekdes kampung Pasir yang waktu itu menjabat anggota komite melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah. Isi pembicaraannya seputar relokasi penduduk kampung nelayan ke tempat yang aman. Dari hasil pertemuan itu tidak ada hasil yang menggembirakan, cuman keluar dari mulut pejabat saat itu lebih kurang: “masyarakat boleh pindah, dan masyarakat juga boleh tinggal ditempat itu”. Sebagai anggota komite, pak sekdes merasa kecewa dan mengungkap rasa kekesalannya karena mengganggap pejabat pemerintah tidak bisa memberikan solusi kepada masyarakat kampung Pasir yang membutuhkan relokasi ke tempat yang aman. Berulang kali ia mengatakan: ‘Bukan Kami yang “Batat” tapi pemerintahlah yang saat itu tidak bisa memberikan tempat yang aman bagi masyakarat  sehingga sampai sekarang kami telah menetap di bibir pantai ini’.

Seperti layaknya media memberitakan dan kita dengar bahwasanya banyak penduduk pesisir pantai yang tidak mematuhi amaran pemerintah. Karena alasan mereka bermatapencaharian sebagai nelayanlah sehingga mereka enggan untuk berpindah. Mungkin itu bisa saja benar di kampung pesisir lainnya  tapi tidak untuk kampung pasir yang masyarakatnya masih mengganggap pemerintah sebagai pengatur dan masyarakat orang yang mematuhi dan mengikuti segala perintah. Itu yang diungkapkan sekdes kampung Pasir.[]

Possibly Related Posts:


Category: Aceh
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. naturalzine says:

    saya setuju dengan title dan isi artikel abang,, bukan masyarakat yang batat, tapi emang oknum pemerintah yang menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat, jadi sangat tidak salah jika muncul sikap “batat” di masyarakat karena sudah bosan selalu di bohongi dan di jadikan kambing hitam doank,, hehehehehe

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    iya.. tapi kalau sekarang minta dipindahkan, pasti mereka ga mau.. hahaha

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank