Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Blogger Hibah Sejuta Buku di Taman Baca Monprei Peureulak Aceh Timur
Saturday, December 08th, 2012 | Author:

Waksyah, begitulah panggilan bapak tua berumur 60 tahun ini. Dengan nama panjang Syamsah Ahmad, sehari-harinya bekerja sebagai petani. Beliau tinggal di dusun monprei desa Alue Dua, Payah Gajah kecamatan Peureulak Aceh Timur. Desa ini berjarak 4-5 Km dari pasar Peureulak dengan kondisi jalan aspal dan berbatuan.  Monprei adalah sebuah dusun dari tiga dusun yang berada di kampung Alue Dua. Kampung ini dulunya merupakan kampung basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dari cerita yang saya dengar daerah ini memang sering terjadi kontak tembak antara TNI dan GAM pada masa konflik dulu.

Ditempat bekas basis GAM ini, Waksyah memiliki koleksi unik yang tidak dipunyai oleh orang-orang yang sekampung dengannya. Ia mempunyai buku-buku sejarah Aceh dan buku perjuangan gerakan. Buku-buku ini ia dapatkan dari para tentara GAM yang singgah di rumahnya. Kadang-kadang setelah membaca, mereka (para tentara GAM) meninggalkan buku tersebut dirumahnya hingga ia menyimpan buku-buku itu. Malah ada buku yang udah disimpan lebih dari 15 tahun.

Pasca penandatanganan damai antara pemerintah Indonesia dengan GAM, beliau mulai berpikir jika buku-buku tersebut dibaca oleh anak-anak dikemudian hari, ini akan membentuk pola pikir (doktrin) yang tidak baik di masa mendatang. Selain itu, dikampung ini sekolah dasar (SD) juga tidak ada.  Jika anak-anak ingin bersekolah mereka  harus melewati  3 kampung dengan berjalan kaki. Alasan inilah yang membuat Waksyah mendirikan taman bacaan yang bernama Taman Baca Monprei.

taman-baca-monprei

Kedatangan saya kesini, sebenarnya bukan untuk menyerahkan langsung bantuan Blogger Hibah Sejuta Buku, tapi melainkan karena saya ingin melihat kondisi anak-anak disana dan buku yang telah sampai disitu. Karena sebelumnya ketika saya masih di Bireuen, oleh bang mudatsir (Tengku Muda) meminta saya untuk melihat sekaligus mendokumentasikannya. Wah sampai disana, malah saya dimintakan untuk -secara simbolis- menyerahkan buku tersebut ke mereka agar ada pendokumentasian. Boleh juga tuh.. Hehe.

serah-terima

lagi-baca-baca-buku-sumbangan-blogger-hibah-sejuta-buku

Di taman baca monprei saya berkenalan dengan beberapa orang anak yang semuanya sudah bersekolah dasar. Saya meminta mereka menulis nama mereka masing-masing. Mereka menulisnya di whiteboard, di dinding sebuah gubuk yang menjadi taman baca. Untuk yang sudah kelas lima, saya meminta mereka selain menulis nama dalam huruf latin, juga menulis dalam huruf arab. Ya walaupun tidak benar-benar kali, tapi urutan huruf hijaiyahnya sudah benar.

menulis-nama

riski-maulana

Sambil menunggu waksyah dari sawah (loh emang waksyahnya kemana?) hehe saya lupa ngasih tau kalau pas kami (loh kami itu siapa lagi?) datangin beliau tidak ada disana. Iya kami disini, ketika saya berangkat dari pasar Peureulak saya ditemanin oleh beberapa kawan-kawan yang juga inisiator terbentuknya taman baca monprei. jelas? Saya balik lagi nulisnya yah. Sambil menunggu waksyah dari sawah, bang benny yang merupakan inisiator taman baca ini, membuka acara sambil mengulang kembali pelajaran anak-anak ditaman baca monprei. Ternyata memang taman baca ini tidak hanya sebagai perpustakaan kampung tapi juga setiap minggunya selalu ada kursus untuk melatih anak-anak dikampung tersebut. Ada perhitungan (matematika), hafal nama-nama negara beserta ibukotanya, dan lain-lain.

Saya sempat terkesima, ketika bang benny memberikan sebuah soal kepada seorang anak. Pertanyaannya adalah MDX = …? Ada yang tahu apa itu?  Anak tersebut menjawabnya dengan gampang. Jawaban yang tertulis adalah 1510. Saya benar-benar heran darimana datang 1510. Akhirnya saya bertanya dan mendapat jawaban. Ternyata itu adalah angka Romawi. Begitu bodohnya saya. Saya harus jujur mereka lebih pandai dari saya untuk perhitungan romawi ini. Jangankan M, D dan X saja lupa itu angka berapa. Paraaaaahhh..!!

Dikasus yang lain bang Benny mendidik mereka agar bisa menghafal nama-nama negara beserta ibukotanya.  Waktupun diberikan sekian menit dan mereka menghafal. Anak-anak yang bisa menghafal dengan cepat diberikan hadiah dengan dapat meminjam dan membawa pulang dua buah buku dari hasil sumbangan Blogger Hibah Sejuta Buku. Yang lebih dari waktu ditentukan cuman boleh meminjam satu buku. Dan saya pun melihat mereka begitu senang dapat membawa pulang buku-buku tersebut.

belajar-bersama

membaca

Possibly Related Posts:


Category: Aceh, Nanggroeku
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. Maaf Ini Sekolah, Bukan Kandang! | Seputar Aceh

    [...] Tujuan hari ini adalah distribusi buku dari Program Blogger Hibab Sejuta Buku dan #1blogger1book ke Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darussalam di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Ini lokasi kedua setelah distribusi ke Taman Baca Monprei (baca: Blogger Hibah Sejuta Buku di Taman Baca Monprei Peureulak Aceh Timur). [...]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank