Saturday, January 05th, 2013 | Author:

Di tulis oleh: Era Mayawati

Masyarakat Aceh kaya akan budaya dan adat-istiadat. Beragam adat-istiadat diwarisi turun-menurun dari nenek moyang ke anak-cucu. Meski zaman telah maju dan adat-istiadat mulai luntur di kalangan tertentu, tapi masih ada juga kalangan yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat. Adat-istiadat tersebut telah mendarah daging dalam masyarakat Aceh dan mengatur setiap sendi kehidupan, mulai dari kandungan hingga meninggal. Sejak awal dari kehidupan manusia yaitu saat berada dalam kandungan ibunda, adat-istiadat sudah menuntun manusia dalam berperilaku, baik adat yang berupa anjuran maupun pantangan. Berbagai macam anjuran dan pantangan mewarnai kehidupan seorang ibu yang sedang mengandung bayinya. Bisa dikatakan bahwa masa kehamilan merupakan masa dimana terdapat begitu banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh pasangan suami-istri.

Banyaknya pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil kadang kala membuat si ibu merasa stres. Ruang geraknya terasa dibatasi. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan stres karena banyaknya stressor yang dihadapi oleh ibu hamil. Ibu hamil harus menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis dan psikologis yang dihadapinya selama masa kehamilan. Perubahan-perubahan tersebut sudah cukup membuat seorang ibu merasa stres jika tidak mampu beradaptasi dengan baik, apalagi ditambah dengan adat pantang yang berjibun.

Memang, adat pantang yang biasanya datang dari orang tua dan mertua dari si ibu tujuannya baik, demi keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya. Namun, adat pantang tersebut tidak semuanya benar, tidak pula semuanya salah. Kita harus pandai-pandai memilah. Kadang kala adat pantang itu benar adanya, hanya saja alasan yang diutarakan yang salah. Justru karena alasannya yang salah itulah orang enggan untuk menurutinya. Jika alasan yang dikemukakan bisa diterima oleh akal sehat, tentu akan lebih mudah untuk dijalankan. Generasi sekarang yang telah mengikuti perkembangan zaman, mulai merasa enggan untuk mengikuti adat yang selama ini telah hidup dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena pikiran awam yang tertanam dalam otak mereka telah digantikan dengan pengetahuan yang rasional. Tentunya mereka akan membantah ketika orang tua mengatakan “Tidak boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan”. Mereka akan membantah, “Apa hubungannya jalan lahir dengan pintu rumah?”

Aneka Ragam Adat Pantang Selama Masa Kehamilan
Adat pantang selama masa kehamilan dalam masyarakat Aceh cukup banyak. Mulai dari pantangan untuk istri, suami, dan pantangan yang harus dituruti keduanya. Pantangan yang harus dituruti oleh istri merupakan pantangan dengan jumlah terbanyak.

Pantangan bagi istri meliputi:

  1. Tidak boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan
  2. Tidak boleh duduk di atas tanah dan sapu supaya tidak lengket ari-ari saat melahirkan
  3. Tidak boleh mandi saat maghrib atau senja hari supaya kulit bayi tidak kemerah-merahan
  4. Tidak boleh melakukan pekerjaan layu on (daun pisang diasap-asapkan pada api supaya menjadi layu dan wangi) agar kulit bayi tidak mengalami bercak-bercak lebam
  5. Tidak boleh melihat kera karena dikhawatirkan kelak bayi yang dikandungnya akan mirip kera
  6. Tidak boleh keluar pada saat maghrib, malam hari, hujan rintik-rintik karena dikhawatirkan ada makhluk halus yang mengikuti dan mengganggu kandungannya
  7. Tidak boleh melangkahi parit dan kali supaya tidak menyebabkan keguguran
  8. Pantang duduk di atas tangga rumah (bak ulee rinyeun) karena akan mengalami kesulitan saat melahirkan
  9. Pantang melihat gambar binatang yang menyeramkan, seperti: kera, gambar kecelakaan dan gambar yang tidak islami.
  10. Larangan makan yang dianggap “tajam” seperti nenas karena dikhawatirkan akan keguguran
  11. Tidak boleh minum es agar bayinya tidak besar sehingga tidak mengalami kesulitan ketika melahirkan
  12. Larangan makan nasi kerak karena dikhawatirkan ari-ari tidak keluar (lengket) pada saat melahirkan
  13. Tidak boleh makan makanan dingin karena dikhawatirkan badan ibu menggigil kedinginan saat melahirkan
  14. Pantang menyiangi ikan hidup seperti lele dan gabus agar anaknya kelak tidak terkejut-kejut
  15. Jangan tidur di pagi hari karena akan mengalami kesulitan saat melahirkan
  16. Pantang berhubungan intim di bulan-bulan terakhir agar bayi waktu lahir bersih
  17. Tidak boleh minum obat-obatan dari dokter karena bayinya akan besar sehingga susah lahir

Sementara pantangan bagi suami yaitu bila pulang ke rumah pada malam hari jangan langsung masuk ke rumah tetapi berhenti dulu di depan pintu atau di luar sambil meludah karena dikhawatrikan ada makhluk halus yang mengikuti masuk ke dalam rumah dan mengganggu ibu hamil.

Sedangkan pantangan bagi suami dan istri meliputi:

  1. Tidak boleh melilitkan kain di leher ataupun melilitkan benda lain seperti tali dan benang supaya tidak terlilit tali pusat.
  2. Tidak boleh menertawakan orang juling karena dikhawatirkan bayi yang dilahirkan akan juling juga.
  3. Tidak boleh membunuh binatang karena dikhawatirkan bayi yang dilahirkan akan mengalami kecacatan pada tubuh sesuai dengan perlakuan yang ditimpakan pada binatang tersebut.

Menguak kebenaran di balik adat pantang
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, adat pantang yang telah turun-temurun dan mendarah daging di masyarakat Aceh ada benar dan salahnya. Memilah antara yang benar dan salah memang bukanlah hal mudah. Mengklaim sesuatu salah tentunya harus didasari oleh bukti, apalagi berkaitan dengan adat yang dipercaya kebenarannya oleh masyarakat. Dewasa ini, kemajuan teknologi telah melahirkan penelitian-penelitian terbaru dan pengetahuan yang up to date. Pengetahuan itu dinamis. Seyogianya manusia juga mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dapat memilah antara perbuatan yang harus dilakukan dan dijauhi. Ilmu pengetahuan, baik ilmu duniawi dan ukhrawi, menjadi jendela untuk mengungkap fakta di balik adat pantang di masyarakat. Mari kita lihat fakta menarik di balik adat pantang tersebut.

1. boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan
Fakta:
Pada kehamilan lewat waktu (post date) otot rahim tidak sensitive terhadap rangsangan, karena ketegangan psikologis atau kelainan pada rahim. Jadi tidak ada hubungannya dengan perbuatan duduk di pintu. Larangan duduk di depan pintu sesungguhnya mempunyai makna tuntunan akhlak dan sopan santun yang tinggi. Sebab duduk di depan pintu dapat mengganggu orang lain yang keluar masuk rumah, di sisi lain tentu saja kurang elok dipandang jika seorang perempuan duduk-duduk di depan pintu.

2. Tidak boleh mandi saat maghrib atau senja hari supaya kulit bayi tidak kemerah-merahan
Fakta:
Menurut ilmu medis, mandi di waktu maghrib dapat merusak saraf. Sebaiknya menghindari mandi pada waktu itu. Namun, mandi di waktu maghrib atau senja tidak ada kaitan dengan kulit bayi yang kemerah-merahan.

3. Tidak boleh keluar pada saat maghrib, malam hari, hujan rintik-rintik karena dikhawatirkan ada makhluk halus yang mengikuti dan mengganggu kandungannya
Fakta:
Menjelang waktu maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (shalat maghrib dulu). Warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Sehingga kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu maghrib.

Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah:
“Bila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebagian malam maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampumu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minumanmu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makananmu serta sebutlah nama Allah (ketika menutupnya)”
Jadi, dalam hal ini ilmu pengetahuan dan agama sejalan, yaitu waktu maghrib dan malam hari merupakan waktu yang tidak baik untuk keluar rumah. Akan tetapi hal ini tidak hanya berlaku terhadap ibu hamil semata, melainkan untuk semua umat manusia.

4. Larangan makan yang dianggap “tajam” seperti nenas karena dikhawatirkan akan keguguran.
Fakta:
Yang berbahaya bagi ibu hamil sebetulnya buah nanas muda dan sangat asam, serta dikonsumsi dalam jumlah banyak. Buah nanas yang matang, justru banyak mengandung zat-zat gizi untuk perkembangan janin, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), zat besi (Fe), natrium (Na), kalium (K), gula dektrosa, sukrosa dan serat. Sebelum dimakan, rendamlah di dalam air garam untuk menghilangkan getahnya.

5. Tidak boleh minum es agar bayinya tidak besar sehingga tidak mengalami kesulitan ketika melahirkan
Fakta:
Sebenarnya yang tidak boleh itu adalah air Es Doger, Es Teler, Es Campur, Es Teh Manis dan es lain-lain yang serba mengandung gula. Jika ibu hamil minum es yang banyak mengandung gula tiap habis makan bisa jadi bayinya akan besar karena kalori yang dimakan ibu lebih banyak. Jadi bukan air es yang menyebabkan bayi besar tapi kandungan pemanis atau gula (glukosa).

6. Larangan makan nasi kerak karena dikhawatirkan ari-ari tidak keluar (lengket) pada saat melahirkan
Fakta:
Nasi kerak memang tidak baik dikonsumsi karena teksturnya yang keras sehingga organ pencernaan harus bekerja ekstra untuk mencernanya, apalagi jika menderita maag, tapi tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa makan nasi kerak berhubungan dengan tidak keluarnya ari-ari saat melahirkan.

7. Tidak boleh makan makanan dingin karena dikhawatirkan badan ibu menggigil kedinginan saat melahirkan
Fakta:
Mengkonsumsi makanan dan minuman dingin tidak baik bagi kesehatan karena dapat meningkatkan asam lambung dan menyebabkan masuk angin. Masuk angin akan menyebabkan berbagai macam keluhan seperti meriang atau menggigil. Namun, makan makanan dingin tidak selalu menyebabkan masuk angin, tergantung kondisi tubuh mampu menerimanya atau tidak. Jadi, rasanya agak berlebihan jika dikatakan makan makanan dingin serta merta akan menyebabkan kedinginan saat melahirkan. Kedinginan saat melahirkan bisa disebabkan karena perdarahan yang banyak sehingga ibu mengalami anemia dan pada ibu yang melahirkan secara caesar diperkirakan karena efek samping dari obat bius yang digunakan.

8. Jangan tidur di pagi hari karena akan mengalami kesulitan saat melahirkan.
Fakta:
Dalam Islam, tidur setelah subuh itu tidak baik karena akan menghalangi rizki. Seperti Sabda Rasulullah “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya (HR. Abu Dawud). Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karena warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah, maka kita akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari. Pada waktu subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tyroid yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu subuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rizki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rizki. Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tyroid saat roh dan jasad dalam keadaan tidur, dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Jadi, tidur setelah subuh tidak baik untuk setiap orang, bukan hanya untuk ibu hamil dengan alasan akan mempersulit ketika melahirkan nanti.

9. Pantang berhubungan intim di bulan-bulan terakhir biar bayi waktu lahir bersih
Fakta:
Hubungan seks aman dilakukan selama kehamilan trimester pertama sampai usia kandungan tujuh bulan. Hanya saja, sperma yang masuk ke dalam rahim saat hamil bisa membahayakan janin. Sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim. Zat dalam sperma ini akan memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. Maka ketika berhubungan seks saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar vagina atau dengan menggunakan kondom. Pengurangan frekuensi seks sebaiknya dilakukan ketika usia kandungan sudah mencapai tujuh sampai sembilan bulan. Jika kehamilan beresiko sehingga rentan terjadi keguguran atau kelahiran bayi prematur, sudah seharusnya menghindari aktivitas seksual untuk sementara waktu. Ada kondisi tertentu dimana tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual selama hamil yaitu jika terjadi placenta previa, resiko kehamilan prematur, perdarahan (flek/vaginal bleeding), mulut rahim (cervix) lemah, janin kembar (setelah kehamilan 28 minggu), herpes kelamin atau penyakit infeksi akibat hubungan seksual lain. Mungkin atas dasar alasan itulah masyarakat awam melarang melakukan hubungan intim di bulan-bulan terakhir kehamilan.

10. Tidak boleh minum obat-obatan dari dokter karena bayinya akan besar sehingga susah lahir
Fakta:
Beberapa jenis obat tertentu dapat membahayakan janin, seperti obat anti kanker, talidomid, obat anti kejang, vaksin, obat tiroid, obat hipoglikemik oral, obat anti peradangan non-steroid, obat anti cemas dan anti depresi, antibiotik, antikoagulan, obat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Efek yang ditimbulkan bisa berupa cacat bawaan, gigi bayi berwarna kuning dan rentan karies, hipoglikemia pada bayi, keterbelakangan mental, bahkan sampai berakibat kematian janin. Namun, tidak semua obat-obatan berbahaya dikonsumsi oleh ibu hamil.

11. Tidak boleh menertawakan orang juling karena dikhawatirkan bayi yang dilahirkan akan juling juga.
Fakta:
Islam melarang umatnya mengejek sesama manusia karena ketidaksempurnaan atau kecacatan fisik. Karena sesungguhnya di hadapan Allah semua manusia itu sama, yang membedakan hanya ketakwaannya. Jika kita melanggar larangan Allah, bisa jadi Allah akan murka. Demikian pula ketika kita menertawakan orang juling yang artinya kita telah mengejek ciptaan Allah, jika Allah berkehendak Allah bisa memberikan ganjaran atas perbuatan kita, termasuk menjadikan anak yang ada di dalam kandungan juling.

Antara Pengetahuan dan Mitos
Adat pantang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan mitos. Adanya adat pantang di dalam masyarakat membuktikan bahwa masyarakat awam pada zaman dahulu juga telah memiliki pengetahuan untuk mengaitkan suatu kondisi dengan kondisi lainnya, hanya saja pengetahuan yang terbatas menyebabkan hal yang dikemukakan tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga menjadi mitos belaka. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, kebenaran dari mitos tersebut mulai terungkap. Di sinilah intelektualiatas memiliki peranan yang cukup signifikan untuk mengubah status “mitos” menjadi “pengetahuan”, dalam hal yang bisa dikategorikan sebagai pengetahuan tentunya.

Lalu mengapa ada tragedi yang tidak diharapkan terjadi karena melanggar adat pantang? Misalnya seorang ibu yang mengalami kesulitan ketika melahirkan akibat sering duduk di depan pintu. Bisa jadi hal tersebut hanya kebetulan atau mungkin juga ganjaran yang Allah berikan atas perbuatan manusia tersebut. Adat pantang yang kenyataannya tidak benar atau tidak masuk akal kadang kala bisa juga menjadi sebuah kebenaran jika diyakini. Suatu hal dapat menjadi benar ketika diyakini dengan sepenuh hati. Hal ini disebabkan karena sugesti. Sugesti memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Ketika kita menyakini sepenuh hati bahwa adat pantang adalah hal yang benar-benar harus dipatuhi dan jika melanggarnya akan mengalami kemudharatan, maka setiap sel-sel dalam tubuh akan bekerjasama secara sinergis dengan alam bawah sadar sehingga kita semakin percaya akan kebenaran hal yang kita tanamkan dalam pikiran, akibatnya kita akan benar-benar mengalami kemudharatan ketika melanggarnya.

Pantangan-pantangan yang terdapat dalam adat masyarakat Aceh pada dasarnya bertujuan untuk mengatur perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebagian besar adat pantang masyarakat Aceh benar jika ditinjau dengan kacamata medis dan agama, hanya saja alasannya yang bertolak belakang dengan realita. Oleh karena itu, merasionalkan suatu adat pantang penting dilakukan agar generasi muda lebih mudah untuk menerima serta menyaring mana yang bisa diserap dan mana yang harus diabaikan. Adat yang ada di masyarakat bukan untuk dihapuskan keberadaannya, namun untuk dibuktikan kebenarannya. Adat adalah identitas suatu masyakarat, terhapusnya suatu adat menandakan hilangnya identitas. Seperti ungkapan peribahasa Aceh “mate aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita”.

Bireuen, 2 November 2012

Possibly Related Posts:


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. adikcilak says:

    Salam juga bang..
    sama-sama newbie :)

    [Reply]

  2. Lugy says:

    Allah yg bnar tulisan.a,bkn allah

    [Reply]

  3. usman says:

    terima kasih banyak untuk informasinya. . .senang bisa berkunjung dihalaman yang relevan seperti ini .. salam kenal dan salam sejahtera!!!

    [Reply]

  1. Amankah Berpuasa Bagi Ibu Hamil?

    […] Baca juga : adat pantang pada masa kehamilan ditinjau dari segi medis dan agama […]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank