Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Ayuk, Kita Main ke Pulau Nasi
Wednesday, February 06th, 2013 | Author:

Sebelum saya bermain (baca: traveling, bero) ke pulau ini, yaitu pulau nasi, saya masih belum mengetahui persis nama pulau ini yang mana? Pulau nasi, pulau breuh atau pulau Aceh. Ketiga nama pulau ini memang sudah lama saya dengar tapi belum pernah menginjak kaki disana. Sesampai disanalah saya baru mengetahui bahwa pulau nasi adalah bahagian dari salah satu pulau dari pulau Aceh atau lebih tepatnya dibawah kecamatan Pulo Aceh kabupaten Aceh Besar.

Pulo Aceh terbagi kedalam 3 mukim yaitu mukim Pulo Breuh Utara, Pulo Breuh Selatan dan Mukim Pulo Nasi. Mukim Pulo Nasi yang saya kunjungi membawahi 5 kampung, yaitu kampung Alue Reuyeueng, Rabo, Deudap, Lamteng dan Pasie Janeng. Untuk bisa mencapai ke Pulau ini hampir tiap harinya ada transportasi laut loh. Lah namanya juga pulau, tentu harus menggunakan jasa laut yah? hihi.. Boat Nelayan adalah jasanya. Wah koq bisa? yah memang begitu. Anda harus siap tahan banting dari ‘amukan’ gelombang. Secara boatnya ukuraaaann.. hmm mau bilang kecil, bisa jadi, mau bilang besar, ya tidak sebesar KMP kepunyaan ASDP. Susah juga menentukan ukuran. Mungkin tepatnya lebih kurang muat 30-40 penumpang beserta sepeda motor dan keperluan penumpang. Dari Banda Aceh anda bisa berangkat melalui dermaga kecil yang ada di Ulee Lheue tepatnya diantara Kafe Wisata Kuliner dan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Bout nelayan ke Pulo Nasi ini, sedianya berangkat jam 2 siang (14.00 WIB) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam ke pelabuhan/dermaga Lamteng dan kurang lebih 1 jam ke dermaga Deudap. Ini semua tergantung dari kondisi cuaca dan gelombang di laut. Setiap dermaga ini digunakan selang sehari. Misal hari ini dari Lamteng menuju ke Banda Aceh (bolak-balik), esoknya dari Deudap ke Banda Aceh (Bolak-balik). Lusanya baru dari Lamteng lagi.

Ngomong-ngomong masalah tiket dari Banda Aceh ke Pulo Nasi, yang pastinya terjangkau. Cuma 10.000 per-penumpang dan 10.000 per-motor/honda. Jika membawa motor, anda akan dikenakan biaya ongkos muat dan ongkos bongkar sebesar 5.000 per-pelabuhan yang langsung diminta oleh pekerja setelah motor anda dimuat. Jadi total ongkos diri anda dan motor anda itu sebesar Rp 30.000 persekali jalan. Berarti total Pulang Pergi (PP) sebesar Rp 60.000. Dan perlu diingat, tidak ada asuransi apapun baik diri anda dan bawaan yang anda bawa. Kasih ancaman dulu biar takut? Hehehe.. Bukankah seorang traveller sejati tidak menghiraukan perihal tersebut? :)

Tenang, anda yang takut naik boat nelayan, anda bisa menggunakan KMP PAPUYU yang memiliki jadwal keberangkatan dari Banda Aceh setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Dan dari Pulo Nasi setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at jam 8.00 pagi.

gelombang-karap-meubalek-boat

suasana-bongkar-muat-isi-boat-di-pulo-nasi

Sesampai di Pulo Nasi, untuk bisa ke kampung-kampung, disana hanya ada transportasi masyarakat. Transportasi tersebut hanya digunakan untuk menjemput dan mengantar penumpang ketika sampai dan akan berangkat dari pelabuhan. Setelah itu tidak ada sama sekali. Nah sebaiknya anda itu membawa sepeda motor untuk bisa berkeliling ria melihat pemandangan indah yang tidak akan pernah anda dapatkan di Sabang. Tapi alangkah baiknya sebelum anda jauh berkeliling disana, sebaiknya melapor ke keuchik (kepala desa) yang ada disana untuk sekedar memberitahu. Barangkali anda ditawarkan menginap di rumahnya dan dikenalin dengan anak-anak pak keuchik.. sesuatu bangets.. haha..

boat-menghadap-ke-pulau-breuh

jalan-di-pulo-nasi

indahnya-panorama-pulo-nasi

img_8344

a-farm

Anda orang penting bukan? kalau iya, sebaiknya jangan main ke pulau ini. Karena sebagian besar tempat disini tidak ada sinyal kecuali di beberapa tempat. Lamteng dan deudap adalah salah dua dari tempat yang masih memungkinkan anda untuk bisa berkomunikasi melalui perangkat mobile.

Semoga panduan singkat ini membantu anda dalam mengelilingi pulau nasi.  Selamat jalan-jalan.

Possibly Related Posts:


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. Monza Aulia says:

    Ujung-ujungnya anak pak geuchiek ya hahaha

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Hahaha,, cemberu mas beroo… :p

    [Reply]

  2. Citra Rahman says:

    Pulau Breueh udah, mari berencana ke Pulau Nasi. :D

    [Reply]

  3. fachri says:

    Berangkat mas bero..

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank