Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Cara Membuat Kompos Organik Super Cepat
Saturday, June 21st, 2014 | Author:

Kompos organik dapat dibuat dari berbagai sampah organik yang terdapat di sekeliling kita. Seperti busukan daun, daun jati, daun bambu, alang-alang adalah beberapa contoh dari bahan organik yang bisa dimanfaatkan. Kompos adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh mikro organisme pengurai (dekomposer). Untuk apa kompos digunakan? Tentu, kegunaan dari kompos adalah sebagai unsur hara dan media tanam bagi tumbuhan.

Kali ini, saya akan membagikan cara pembuatan kompos organik dalam waktu yang relatif singkat. Bahan-bahannya sangat mudah kita temukan di sekeliling kita. Apa-apa saja bahan tersebut?

1. Daun jati kering 2 karung goni ukuran 40 atau 50 kg.
2. Daun bambu kering 1 karung goni ukuran 40 atau 50 kg.
3. Daun (rerumputan) alang-alang kering 1 karung goni ukuran 40 atau 50 kg.
4. Singkong 5 Kg (semakin banyak semakin bagus).
5. Ragi tape/fermipan.
6. Bekatul 1 karung.
7. Gula 1/2 Kg.

Cara Membuat:
1. Siapkan air sebanyak 2 liter. Masukkan dalam kuali beserta gula pasir 1/2 kg dan Rebuslah.

Gula Pasir di Rebus

2. Dinginkah air rebusan tadi.
3. Setelah dingin, masukkan air tersebut ke dalam toples kemudian masukkan ragi/fermipan. Tutup rapat dan lihatlah sampai kelihatan ragi tersebut bereaksi (berbuih).
Proses Fermipan Berbuih
4. Sambil menunggu ragi tersebut bereaksi, sekarang mari kita parut singkongnya.
5. Proses memarut atau pengkukuran singkong sebaiknya dilakukan sedikit halus. Hasilnya bisa dilihat digambar bawah ini.

Hasil parutan singkong
6. Cincang atau cacah daun jati, bambu dan alang-alang. Kalau daun jati betul-betul kering, anda bisa meremesnya dengan menghancurkan daunnya. Untuk alang-alang, siapkan gunting, potong saja sekitar 10 cm agar nantinya mudah (gak panjang-panjang) ketika dipersiapkan sebagai media tanam. Jika anda tidak mendapati daun jati/alang-alang kering, bisa memetik yang masih hijau, tapi syaratnya tetap harus dikeringkan. Mengeringkan daun jati lebih mudah daripada alang-alang. Daun jati dijemur diterik matahari selama satu hari sudah membuat ia kering kerontang. Ketika diremas akan langsung hancur. Tapi alang-alang tidak, anda butuh mengeringkannya beberapa hari sehingga kecoklatan. Cara cepatnya adalah menjemur diatas seng rumah anda. Jangan lupa dibolak-balik.

Alang-alang sebelum dan sesudah dijemur

Alang-alang sebelum dan sesudah dijemur

Alang-alang dipotong

Alang-alang dipotong

7. Siapkan ember. Masukkan cacahan daun jati, bambu, dan alang-alang secara bertahap. Kemudian taburkan bekatul dan parutan singkong. Kemudian masukkan lagi daun jati, bambu dan alang-alang. Taburkan kembali parutan singkong dan bekatul. Lakukanlah secara bertahap. Jika anda tidak melakukan secara bertahap, takutnya nanti anda akan susah dalam mengaduknya sampai rata. Pengalaman saya, ketika cacahan ditumpukkan paling bawah kemudian ditaburkan ubi dan bekatul, maka hasil ketika diaduk tidak akan merata kecuali anda mengaduknya diluar ember.

 Bahan organik dimasukkan dalam ember.

8. Ketika campuran ragi/fermipan sudah berbuih (step 3), kemudian campurkan dengan 100 liter air.

Larutan ragi dicampur air

9. Siramkan larutan fermipan yang sudah dicampur air tadi ke dalam ember yang telah kita aduk bahan kompos.

Siram ke dalam ember

10. Tutup rapat drum dan tunggu hingga 3 jam.

Tutup Rapat

11. Tiriskan larutan air yang ada didalam ember tadi. Jangan dibuang karena larutan air ini bisa dijadikan sebagai pupuk cair.
12. Kompos siap digunakan.

Demikian cara mudah membuat kompos organik yang telah diajarkan kepada saya. Terimakasih secara mendalam kepada bang Edi yang telah memformulakan pembuatan kompos ini dan secara langsung kepada bang rinto yang telah mengajarkan secara online. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Possibly Related Posts:


Category: Agriculture
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  1. Toni says:

    Ternyata lumayan mudah untuk membuat kompos organik ini, bahan2nya bisa di dapat di mana saja
    TRims atas ilmunya

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Bahannya bisa didapat dimana saja.
    kalau daun jati, alang-alang, di sekitar tempat kita tentu ada. Ubi/tragi di pasar. Selamat mencari.

    [Reply]

  2. radu says:

    Artikel yg sangat bermanfaat.. Mohon petunjuk.. Setelah kompos jadi, dosis dan cara pemakaiannya bagaiman? Trmh ksh

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Campurkan dengan pasir 1/4 dari komposnya.
    Karena kompos semakin lama semakin menyusut, boleh dicampur dengan sekam atau media lainnya.

    [Reply]

  3. shinta says:

    daun-daunannya bisa di ganti gak selain daun jati dan alanag-alang?

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Boleh, bisa menggunakan daun jabon.

    [Reply]

  4. I Made Rincim Astawa says:

    Artikel sangat memunkinkan untuk di aplikasikan dan sangat berguna.

    [Reply]

  5. Marga Raharja says:

    Trimakasih atas informasinya. Saya sangat tertarik. Ada sejumlah pertanyaan yang semoga bisa dijawab:
    1) Apakah dalam tiga jam daun-daun kering tersebut sudah hancur dan sudah siap digunakan? saya kok ragu-ragu ya bahwa proses pembusukan akan bisa dilakukan secepat itu.
    2) Bisakah dijelaskan jika kita ingin membuat kompos dalam jumlah yang besar sehingga sangat tidak efektif kalau harus memakai drum? Bagaimana caranya jika misalnya dilakukan dengan membuat lobang yang cukup besar sehingga bisa dihasilkan pupuk dalam jumlah banyak? Bagaimana komposisi bahan-bahan tersebut?
    3) Bisa dijelaskan cara kerja gula dan fermipan dalam proses pembuatan pupuk tersebut?
    Terimakasih atas penjelasannya.

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Pada dasarnya apa yang saya buat ini adalah apa yang orang ajarkan kepada saya, tapi saya akan coba menjawab sesuai pengalaman yang saya dapatkan:
    1. Hancur memang tidak tapi sebelum daun-daun tersebut diolah butuh kita remas-remas sehancur sebisanya. makanya dipilih daun jati kering yang mudah dihancurkan.
    2. Drum disini saya gunakan hanya untuk kebutuhan saya saja. Kalau ingin yang jumlahnya lebih besar disesuaikan saja,boleh dibuat lobang.
    3. Aduh kalau cara kerja saya tidak tahu pasti, toh saya juga dapat ilmunya dari orang lain :)

    kompos ini saya gunakan untuk metan jahe.

    [Reply]

  6. ardi says:

    Jika gula di ganti tetes tebu/molasis. Bisa gk kak ?

    [Reply]

    adikcilak Reply:

    Bisa.. hajaar.. hehe..

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank