Saturday, June 28th, 2014 | Author:

Satu hari yang lalu, selepas jumat saya sempat berbincang santai bersama keluarga. Mengingat masa melahirkan adik saya yang tidak lama lagi. Katanya sih dalam hitungan hari ke depan sudah bisa melahirkan. Tentu hitungan hari ke depan itu adalah awalnya bulan Ramadhan. Terlintas dibenak saya bagaimana jika seorang ibu hamil berpuasa. Apakah secara agama dan kesehatan dibolehkan?

Bolehkah wanita hamil berpuasa

Dari beberapa literatur yang saya baca di Internet, terkait wanita hamil berpuasa dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits : “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah salat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” (HR An Nasai no 2275, Ibnu Majah no 1667, dan Ahmad 4/347).

Lantas bagaimana Islam meringankan wanita hamil/menyusui berpuasa?
Tentu ada beberapa pendapat ulama yang patut kita dengarkan:
1. Hanya Menggantikan Puasa (Mengqadha) Tanpa Fidyah

Imam Nawawi mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).” (al-Majmu’: 6/177)

2. Hanya Membayar Fidyah Tanpa Mengqadha Puasa

Pendapat seperti ini merujuk pada ayat Al-Qur’an yang artinya, “Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)

Sedangkan hadis yang menguatkan bahwa wanita hamil atau menyusui yang khawatir akan bayinya wajib membayar fidyah merujuk pada hadist yang diriwayatkan Abu Daud : “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” (HR. Abu Dawud).  Pendapat ini juga diutarakan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhuma.

Berpuasa bagi wanita hamil/menyusui ditinjau dari dunia kesehatan

Dalam dunia kesehatan, pendapat membolehkan wanita hamil/menyusui berpuasa juga bermacam-bermacam. Ada yang membolehkan, ada yang tidak, dan ada yang membolehkan tapi dengan persyaratan. Sebenarnya yang dikhawatirkan dari wanita hamil berpuasa adalah kurang makan sehingga janin kekurangan gizi. Dengan demikian jawaban yang tepat untuk pertanyaan diatas adalah tergantung dari kondisi ibu/wanita hamil itu sendiri.

Manfaat Berpuasa Bagi Ibu Hamil

Kata dr Imam Rasjidi, SPOG (K) Onk yang saya kutip dari website liputan6 “Manfaat puasa salah satunya adalah dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Bagi ibu hamil dan janin, makanan yang berlebihan gizi dapat mengakibatkan kegemukan dan penyakit degeneratif pada ibu dan janin. Ibu hamil yang berpuasa juga dapat menambah jumlah sel darah putih, di mana kondisi ini dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah, serta meningkatkan kekebalan tubuh. Puasa juga memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan, yang dapat membantu menjaga fungsi organ pencernaan. Puasa bagi ibu hamil dapat membersihkan tubuh dari racun dan kotoran atau disebut juga detoksifikasi, yang dapat membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dalam tubuh. Pada saat berpuasa juga terjadi penurunan glukosa dan berat badan, dimana hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya obesitas pada ibu hamil dan janin. Tidak hanya puasa, shalat tarawih yang dijalankan pada bulan Ramadhan setelah berbuka juga memiliki manfaat, yaitu membantu memproses metabolisme makanan dalam tubuh. Jika dilakukan penghitungan dengan penghitung kalori, jumlah kalori yang terbakar selama shalat tarawih sebesar 200 kalori . Jika kesehatan janin dinyatakan sehat dan mendukung ibadah puasa, maka ibu hamil dapat melakukan puasa dan hal tersebut tidak mengganggu perkembangan janin, justru mendatangkan manfaat”

Larangan Berpuasa Bagi Wanita Hamil
Jangan berpuasa jika:

  1. Wanita/ibu hamil yang menderita penyakit tekanan darah tinggi, Diabetes Melitus (DM), atau muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan dehidrasi.
  2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit.
  3. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil.
  4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.

Jika ingin berpuasa bagi wanita/ibu hamil, ada baiknya
Ketika Sahur
- Niatkan berpuasa agar kesehatan ibu dan janin menjadi lebih sehat dan terhindar dari segala macam penyakit.
- Pilihlah makanan yang memiliki protein dan lemak. Karena kedua zat gizi ini bertahan lama didalam pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Seperti daging dan telur, adalah makanan yang memiliki protein dan kalori yang tinggi yang sangat membantu asupan gizi bagi janin dalam kandungan.
- Konsumsi makanan yang memiliki vitamin C.
- Hindari makanan manis seperti gula  karena akan membuat badan lemas dan tidak bertenaga.
- Perbanyak minum air putih sampai Imsyak datang.

Ketika Berpuasa
- Membaca ayat suci Al-qur’an agar janin menjadi tentram.
- Berzikir dan bershalawat.
- Istirahat yang cukup.

Ketika Berbuka
- Awali berbuka dengan yang manis-manis. Tidak mesti berbuka itu harus dengan minum air gula. Kurma adalah salah satu makanan manis yang disunnahkan didalam hadist. Jus dan kolak juga merupakan makanan manis yang boleh dicicipi oleh bumil (ibu hamil).
- Sebaiknya ibu hamil tidak langsung makan besar ketika berbuka. Tapi sebaiknya ditunaikan setelah sholat maghrib. Setelah sholat terawih, usahakan makan walau sedikit. Dan
-  Minum air hangat untuk memperbaiki reproduksi air ASI.


Tulisan diatas adalah hasil kompilasi dari beberapa link dibawah dan tambahan dari penulis. Tulisan ini tidak serta merta menjadi panduan karena masih jauh dari yang diharapkan tapi hanya ingin saling berbagi dan bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi ibu-ibu hamil beserta keluarganya.

Baca juga : adat pantang pada masa kehamilan ditinjau dari segi medis dan agama

Bacaan:

  1. http://hukum-islam.com/2013/06/bagaimanakah-hukum-puasa-ramadhan-bagi-ibu-hamil-menyusui/
  2. http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/berpuasa.saat.hamil.boleh.saja/001/001/596/1/puasa+saat+hamil/Kehamilan/02/5
  3. http://health.liputan6.com/read/648530/manfaat-puasa-bagi-ibu-hamil
  4. http://bidanku.com/tips-berpuasa-selama-hamil

Possibly Related Posts:


Category: Agama, Kesehatan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank