Archive for August 17th, 2014

Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Kawan…

Hampir sepuluh tahun gempa dan tsunami Aceh 2004. Serangkaian proses yang kita hadapi telah membentuk kita menjadi generasi yang tangguh dari bencana. Proses terbentuknya ketangguhan ini dilalui secara bertahap. Bukan sembarangan proses. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, dan bencana yang silih berganti telah mengajarkan kita akan artinya ketangguhan dalam berbencana. Kita korban, kita relawan dan kita pembangun. Yang membangunkan kembali pemukiman, pendidikan, pemerintahan, infrastruktur, ekonomi, dan segala sektor penting lainnya.

10 tahun itu bukan waktu yang cepat. Disana ada proses pembelajaran bencana yang terus berulang-ulang. Gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kebakaran dan berbagai macam jenis bencana lainnya telah mengajarkan kita akan kewaspadaan. Jika kita kembali membuka halaman lama saat gempa dan tsunami 2004 terjadi, begitu banyak korban yang jatuh akibat ketidakpahaman kita. Padahal gejala akan datangnya tsunami sudah tampak didepan mata tapi kita masih terpaku pada goyangan gempa. Jauh tahun kemudian, saat terjadi gempa kuat 11 april 2012, dimana saat itu masyarakat mulai menghindari bibir pantai dan mengungsi ke tempat yang aman seperti bukit dan gedung penyelamatan. Ini menjadi bukti bahwa pemahaman masyarakat terhadap gempa semakin meningkat.

sumber gambar: dallascounty.org

sumber gambar: dallascounty.org

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank