Monday, July 17th, 2017 | Author:

Rute ke Blang Kejeren via Babahrot Blang Pidie, adalah rute yang dari dulu saya idamkan.  Keinginan tersebut baru sempat terealisasikan sekarang yaitu pada liburan panjang Idul Fitri 1438 H. Tepatnya pada hari sabtu tanggal 1 juli 2017 saya dan adik sepupu saya memulai debut membelah hutan Aceh menuju kota Blang Kejeren.. cieeee debut hahaaaaaa…

Pagi itu jam 8 pagi lewat dikit, kami sudah berada di simpang Babahrot, Jalan menuju ke Blang Kejeren. Sebelum itu, tidak lupa kami makan pagi sedikit dan membaca do’a ketika sepeda motor akan bergerak. Tahukan doa apa yang saya baca? Bismillahi Majreha Wamursaha.. awas kalau kalian ga pernah baca doa ini pas berkenderaan. Berangkat dari rumah kawan saya yang berjarak sekitar 15 km dari simpang babahrot, kami singgah mengisi penuh tanki bensin di SPBU terdekat yang tidak jauh dari simpang babahrot. SPBU ini kalau dari Meulaboh melewati simpang Babahrot. Sayangnya, di SPBU ini jenis bahan bakar yang tersedia cuman Premium. Kasihan juga sepeda motor Nmax saya harus minum premium kali ini. Biasanya kan Pertamax.. huk huk huk.. ohyaa.. Kalau dulu saya setia dengan Honda Kharisma, setelah 14 tahun akhirnya saya putuskan untuk cerai dan mengganti baru. Alhamdulillah baru ada mahar (baca: rejeki) :D

Kondisi Jalan
Sejak masuk dari jalan besar provinsi, kondisi jalan mantrap. Kanan kiri terlihat kebun penduduk sekitar. Memasuki kilometer (km) 18,5 ditemui jalan rusak (non aspal) hingga km 33,8. Kondisinya jalan berbatu kecil dan berlumpur kalau hujan turun.  Akhirnya ketemu jalan aspal. eh ternyata cuman 2 km doang -_- . Pada km 35,1 ditemui jalan rusak sepanjang 4 km. Posisi kita sekarang dalam hutan besar yang lereng gunungnya sering longsor. Disini, sambil selvian dan moto-moto kami bertemu dengan 2 ekor beruang besar yang sebelumnya saya pikir macan hitam. Sempat terpikir juga, emang ada ya macan berwarna hitam? Baru tahunya beruang ketika melihat beruang awetan di pameran polisi baru-baru ini di Blang Padang. Besar banget cuy! Sodara saya sempat mau kabur ketika melihatnya, saya bilang tunggu dulu, foto dulu abang sampeng jurang ini.. kan beruangnya belum mau ngejar kita haha.. Walau jantung udah deg2an juga.  Setelah foto samping jurang kita langsung tancap gash beroo.. Tak jauh dari situ kelihatan ada jalan hitam. Senangnya minta ampyun. Aspal baruuuu.. heuhehuehue.. sambil melihat pemandangan yang luar biasa indahnya, eiittsss Kampreeeeet aspalnya cuman 500 meter aje.. @**&$%^#.  Jalannya terus rusak dari km 40 sampai 41,5  terus km 48 jalan rusak lagi… hingga memasuki km 49,7. Masih mikir akan terus berlanjut. Eh ternyata jalan kali ini sudah asik dengan disuguhi pemandangan yang sangat bagus. Lebih bagus dari perjalanan saya sebelumnya yang melewati nagan raya ke takengon. Ada banyak spot sebenarnya jika ingin mengambil foto pemandangan yang sudah memasuki daerah terangon kabupaten gayo lues. Karena tidak ingin terlalu banyak habis waktu dijalan dan mengejar waktu untuk sampai ke air terjun Rerebe kami terus melaju sambil menikmati pemandangan sekitar yang subhanallah bagus sekali.

Kalau sudah melewati jalur ini, sebaiknya tidak melewatkan tempat wisata air terjun Rerebe yang cuakep itu. Untuk sampai ke air terjun rerebe, melewati terangon anda harus belok kiri nantinya ( 4.080410, 97.091125 ). Karena ke kanan anda akan menuju ke kota blang kejren. Jarak dari simpang babahrot ke kampung rerebe yaitu sekitar 95 km dengan waktu tempuh 4,5 jam. Silahkan baca: Rerebe, pesona wisata alam yang luar biasa.

Perjalanan kami masih belum berakhir, kawan. Setelah puas-puas mandi air terjun dan menikmati pemandangannya, kami segera meluncur ke Blang Kejren dengan menempuh waktu 1 jam perjalanan. Tidak ada lagi gunung yang harus didaki lagi karena memang untuk menuju ke BJ kita tinggal turun saja. Pemandangan sudhep pokok e… walau memang tidak sesuedhep terangon. Pohon-pohon  pinus menghiasi perjalanan menuju ke kota BJ.

Jika kita hendak langsung ke Takengon, ada jalan potong yang bisa diambil. Dari Rerebe ntar bisa belok ke kiri. Lebih jelas bisa memantau Google Maps. Tapi mengingat stok tanki bahan bakar kami yang menepis dan harus isinya di SPBU, kami memang sengaja memilih ke Blang Kejren terlebih dahulu untuk dilalui sambil rehat dan sholat di masjid kota.

Di akhir tulisan ini, saya ingin mengatakan; selama saya melakukan perjalanan baik naik honda (motor) maupun mobil di Aceh, rute inilah yang memiliki pemandangan seindah mata seorang adikcilak… so biyuutifulllll….

Note: Fotonya ntar kapan-kapan saya upload.

Possibly Related Posts:


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

NoFollow Plugin made by Web Hosting

Check Google Page Rank