Archive for the Category » Agama «

Saturday, June 28th, 2014 | Author:

Satu hari yang lalu, selepas jumat saya sempat berbincang santai bersama keluarga. Mengingat masa melahirkan adik saya yang tidak lama lagi. Katanya sih dalam hitungan hari ke depan sudah bisa melahirkan. Tentu hitungan hari ke depan itu adalah awalnya bulan Ramadhan. Terlintas dibenak saya bagaimana jika seorang ibu hamil berpuasa. Apakah secara agama dan kesehatan dibolehkan?

Bolehkah wanita hamil berpuasa

Dari beberapa literatur yang saya baca di Internet, terkait wanita hamil berpuasa dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits : “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah salat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” (HR An Nasai no 2275, Ibnu Majah no 1667, dan Ahmad 4/347).

Lantas bagaimana Islam meringankan wanita hamil/menyusui berpuasa?

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, January 05th, 2013 | Author:

Di tulis oleh: Era Mayawati

Masyarakat Aceh kaya akan budaya dan adat-istiadat. Beragam adat-istiadat diwarisi turun-menurun dari nenek moyang ke anak-cucu. Meski zaman telah maju dan adat-istiadat mulai luntur di kalangan tertentu, tapi masih ada juga kalangan yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat. Adat-istiadat tersebut telah mendarah daging dalam masyarakat Aceh dan mengatur setiap sendi kehidupan, mulai dari kandungan hingga meninggal. Sejak awal dari kehidupan manusia yaitu saat berada dalam kandungan ibunda, adat-istiadat sudah menuntun manusia dalam berperilaku, baik adat yang berupa anjuran maupun pantangan. Berbagai macam anjuran dan pantangan mewarnai kehidupan seorang ibu yang sedang mengandung bayinya. Bisa dikatakan bahwa masa kehamilan merupakan masa dimana terdapat begitu banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh pasangan suami-istri.

Banyaknya pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil kadang kala membuat si ibu merasa stres. Ruang geraknya terasa dibatasi. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan stres karena banyaknya stressor yang dihadapi oleh ibu hamil. Ibu hamil harus menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis dan psikologis yang dihadapinya selama masa kehamilan. Perubahan-perubahan tersebut sudah cukup membuat seorang ibu merasa stres jika tidak mampu beradaptasi dengan baik, apalagi ditambah dengan adat pantang yang berjibun.

Memang, adat pantang yang biasanya datang dari orang tua dan mertua dari si ibu tujuannya baik, demi keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya. Namun, adat pantang tersebut tidak semuanya benar, tidak pula semuanya salah. Kita harus pandai-pandai memilah. Kadang kala adat pantang itu benar adanya, hanya saja alasan yang diutarakan yang salah. Justru karena alasannya yang salah itulah orang enggan untuk menurutinya. Jika alasan yang dikemukakan bisa diterima oleh akal sehat, tentu akan lebih mudah untuk dijalankan. Generasi sekarang yang telah mengikuti perkembangan zaman, mulai merasa enggan untuk mengikuti adat yang selama ini telah hidup dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena pikiran awam yang tertanam dalam otak mereka telah digantikan dengan pengetahuan yang rasional. Tentunya mereka akan membantah ketika orang tua mengatakan “Tidak boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan”. Mereka akan membantah, “Apa hubungannya jalan lahir dengan pintu rumah?”

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Wednesday, January 11th, 2012 | Author:

wudhu

Dalam agama Islam, bersuci merupakan salah satu pokok ajaran utama yang sering kita temui dalam kitab-kitab fiQh. Ini menjadi penting karena salah satu alasan syarat sahnya sembahyang seseorang itu harus bersih dari hadast dan suci dari najis. Apabila seorang telah terkena najis, maka ia wajib membersihkannya.

Najis terbagi atas 3 (tiga) bahagian:

1. Najis Mughallazhah (tebal). Najis ini menyangkut dengan anjing. Kaifiat (cara) mencuci benda yang terkena najis ini adalah dengan membasuh tujuh kali, satu kali daripadanya hendaklah airnya dicampur dengan tanah.
Sabda Rasulullah s.a.w:
“Cara mencuci bejana seseorang kamu, apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali, air pertama hendaklah dicampur dengan tanah”.
(Riwayat Muslim)

2. Najis Mukhaffafah (enteng), seperti kencing anak-anak laki-laki yang belum makan makanan selain dari susu. Kaifiat mencuci benda yang terkena najis ini adalah memadai dengan memercikkan air atas benda itu meskipun tidak mengalir. Adapun kencing anak-anak perempuan yang belum makan selain dari susu, maka kaifiat mencucinya hendaklah dibasuh sampai mengalir air di atas benda yang kena najis itu dan hilang zat najis dan sifat-sifatnya, sebagaimana mencuci kencing orang dewasa.

Sabda Rasulullah s.a.w:
“Sesungguhnya Ummu Qais telah datang kepada Rsulullah s.a.w beserta anaknya laki-laki kecil yang belum makan makanan selain daripada susu sesampainya di depan Rasulullah beliau dudukkan anak itu dipangkauan beliau, kemudian dikencinginya, lalu beliau meminta air, lantas beliau percikkan air itu kepada kencing anak-anak tadi, tidak beliau basuh kencing itu”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah s.a.w:
“Kencing anak-anak perempuan dibasuh dan kencing anak-anak laki-laki disiram”
(Riwayat Tirmidzi)

3. Najis Mutawassithah (pertengahan), yaitu najis yang lain daripada dua macam yang tersebut diatas. Najis pertengahan ini terbagi atas 2 (dua) bahagian:

a. Dinamakan najis hukmiah, yaitu yang kita yakini adanya tetapi tidak nyata zatnya, baunya, rasanya, dan warnanya. Seperti kencing yang sudah lama kering, sehingga sifat-sifatnya telah hilang. Cara mencuci najis ini cukup dengan mengalirkan air di atas benda yang kena itu.
b. Najis ‘Ainah, yaitu yang masih ada zat, warna, rasa atau baunya, terkecuali warna atau bau yang sangat sukar menghilangkannya, sifat ini dima’afkan. Cara mencuci najis ini hendaklah dengan menghilangkan zat, rasa, warna dan baunya.

Sumber: Ditambah dan Ditulis kembali dari buku FiQh Islam Karangan H. Sulaiman Rasjid.

Possibly Related Posts:


Category: Agama  | Tags: , , ,  | One Comment
Thursday, December 24th, 2009 | Author:

Tulisan ini saya ambil dari website eramuslim.com, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua..

Assalamu’alaikum Pa Ustadz

Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya dalam Islam mengucapkan selamat natal. Apakah haram hukumnya? Bagaimana bila alasannya ingin menjaga hubungan baik dgn teman-teman ataupun relasi? Terima kasih untuk jawabannya.

Pertanyaan kedua, bagaimana hukumnya seorang pegawai supermarket yang diminta atasan untuk mengenakan topi sinterklaus dalam rangka memeriahkan natal.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

De

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal

Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil.

Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i.

Ada dua pendapat didalam permasalahan ini :

1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :
1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.

Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.

2. Jumhur ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal.
Di antaranya Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya :

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt :

?Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Lembaga Riset dan Fatwa Eropa juga membolehkan pengucapan selamat ini jika mereka bukan termasuk orang-orang yang memerangi kaum muslimin khususnya dalam keadaan dimana kaum muslimin minoritas seperti di Barat. Setelah memaparkan berbagai dalil, Lembaga ini memberikan kesimpulan sebagai berikut : Tidak dilarang bagi seorang muslim atau Markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini, baik dengan lisan maupun pengiriman kartu ucapan yang tidak menampilkan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti salib. Sesungguhnya Islam menafikan fikroh salib, firman-Nya :

Artinya : “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 157)

Kalimat-kalimat yang digunakan dalam pemberian selamat ini pun harus yang tidak mengandung pengukuhan atas agama mereka atau ridho dengannya. Adapun kalimat yang digunakan adalah kalimat pertemanan yang sudah dikenal dimasyarakat.

Tidak dilarang untuk menerima berbagai hadiah dari mereka karena sesungguhnya Nabi saw telah menerima berbagai hadiah dari non muslim seperti al Muqouqis Pemimpin al Qibthi di Mesir dan juga yang lainnya dengan persyaratan bahwa hadiah itu bukanlah yang diharamkan oleh kaum muslimin seperti khomer, daging babi dan lainnya.

Diantara para ulama yang membolehkan adalah DR. Abdus Sattar Fathullah Sa’id, ustadz bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an di Universitas Al Azhar, DR. Muhammad Sayyid Dasuki, ustadz Syari’ah di Univrsitas Qatar, Ustadz Musthafa az Zarqo serta Syeikh Muhammad Rasyd Ridho. (www.islamonline.net)

Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya, terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi saw sebagai berikut :

A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan.

B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain.

C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain.

D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik.

E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak.

F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu.

G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.

Juga berdasarkan Kaidah Ushul Fikih
”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”.
Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi :

  1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
  2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
  3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.

Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram kecuali Darurat

Diantara dalil yang digunakan para ulama yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal adalah firman Allah swt :

Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Ayat ini merupakan rukhshoh (keringanan) dari Allah swt untuk membina hubungan dengan orang-orang yang tidak memusuhi kaum mukminin dan tidak memerangi mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa hal itu adalah pada awal-awal islam yaitu untuk menghindar dan meninggalkan perintah berperang kemudian di-mansukh (dihapus).

Qatadhah mengatakan bahwa ayat ini dihapus dengan firman Allah swt :

Artinya : “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At Taubah : 5)

Adapula yang menyebutkan bahwa hukum ini dikarenakan satu sebab yaitu perdamaian. Ketika perdamaian hilang dengan futuh Mekah maka hukum didalam ayat ini di-mansukh (dihapus) dan yang tinggal hanya tulisannya untuk dibaca. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk para sekutu Nabi saw dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Nabi saw dan tidak memutuskannya, demikian dikatakan al Hasan.

Al Kalibi mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah, Banil Harits bin Abdi Manaf, demikian pula dikatakan oleh Abu Sholeh. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah.

Mujahid mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan terhadap orang-orang beriman yang tidak berhijrah. Ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud didalam ayat ini adalah kaum wanita dan anak-anak dikarenakan mereka tidak ikut memerangi, maka Allah swt mengizinkan untuk berbuat baik kepada mereka, demikianlah disebutkan oleh sebagian ahli tafsir… (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz IX hal 311)

Dari pemaparan yang dsebutkan Imam Qurthubi diatas maka ayat ini tidak bisa diperlakukan secara umum tetapi dikhususkan untuk orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah saw selama mereka tidak memutuskannya (ahli dzimmah).

Hak-hak dan kewajiban-kewajiban kafir dzimmi adalah sama persis dengan kaum muslimin di suatu negara islam. Mereka semua berada dibawah kontrol penuh dari pemerintahan islam sehingga setiap kali mereka melakukan tindakan kriminal, kejahatan atau melanggar perjanjian maka langsung mendapatkan sangsi dari pemerintah.

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka di jalan maka sempitkanlah jalannya.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud dengan sempitkan jalan mereka adalah jangan biarkan seorang dzimmi berada ditengah jalan akan tetapi jadikan dia agar berada ditempat yang paling sempit apabila kaum muslimin ikut berjalan bersamanya. Namun apabila jalan itu tidak ramai maka tidak ada halangan baginya. Mereka mengatakan : “Akan tetapi penyempitan di sini jangan sampai menyebabkan orang itu terdorong ke jurang, terbentur dinding atau yang sejenisnya.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 211)

Hadits “menyempitkan jalan” itu menunjukkan bahwa seorang muslim harus bisa menjaga izzahnya dihadapan orang-orang non muslim tanpa pernah mau merendahkannya apalagi direndahkan. Namun demikian dalam menampilkan izzah tersebut janganlah sampai menzhalimi mereka sehingga mereka jatuh ke jurang atau terbentur dinding karena jika ini terjadi maka ia akan mendapatkan sangsi.

Disebutkan didalam sejarah bahwa Umar bin Khottob pernah mengadili Gubernur Mesir Amr bin Ash karena perlakuan anaknya yang memukul seorang Nasrani Qibti dalam suatu permainan. Hakim Syuraih pernah memenangkan seorang Yahudi terhadap Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam kasus beju besinya.

Sedangkan pada zaman ini, orang-orang non muslim tidaklah berada dibawah suatu pemerintahan islam yang terus mengawasinya dan bisa memberikan sangsi tegas ketika mereka melakukan pelanggaran kemanusiaan, pelecehan maupun tindakan kriminal terhadap seseorang muslim ataupun umat islam.

Keadaan justru sebaliknya, orang-orang non muslim tampak mendominanasi di berbagai aspek kehidupan manusia baik pilitik, ekonomi, budaya maupun militer. Tidak jarang dikarenakan dominasi ini, mereka melakukan berbagai penghinaan atau pelecehan terhadap simbol-simbol islam sementara si pelakunya tidak pernah mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintahan setempat, terutama di daerah-daerah atau negara-negara yang minoritas kaum muslimin.

Bukan berarti dalam kondisi dimana orang-orang non muslim begitu dominan kemudian kaum muslimin harus kehilangan izzahnya dan larut bersama mereka, mengikuti atau mengakui ajaran-ajaran agama mereka. Seorang muslim harus tetap bisa mempertahankan ciri khas keislamannya dihadapan berbagai ciri khas yang bukan islam didalam kondisi bagaimanapun.

Tentunya diantara mereka—orang-orang non muslim—ada yang berbuat baik kepada kaum muslimin dan tidak menyakitinya maka terhadap mereka setiap muslim diharuskan membalasnya dengan perbuatan baik pula.

Al Qur’an maupun Sunah banyak menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang baik terhadap sesama muslim maupun non muslim, diantaranya : surat al Mumtahanah ayat 8 diatas. Sabda Rasulullah saw,”Sayangilah orang yang ada di bumi maka yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Thabrani) Juga sabdanya saw,”Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi maka aku akan menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Perbuatan baik kepada mereka bukan berarti harus masuk kedalam prinsip-prinsip agama mereka (aqidah) karena batasan didalam hal ini sudah sangat jelas dan tegas digariskan oleh Allah swt :

Artinya : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al Kafirun : 6)

Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Didalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat / merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.

Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (aspek sosial).

Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, sms, email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Hal ini dilarang oleh Allah swt dalam firman-Nya,

Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik ia adalah kerabat, teman dekat, tetangga, teman kantor, teman sekolah dan lainnya adalah haram hukumnya, sebagaimana pendapat kelompok pertama (Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibn Baaz dan lainnya) dan juga fatwa MUI.

Namun demikian setiap muslim yang berada diantara lingkungan mayoritas orang-orang Nasrani, seperti muslim yang tempat tinggalnya diantara rumah-rumah orang Nasrani, pegawai yang bekerja dengan orang Nasrani, seorang siswa di sekolah Nasrani, seorang pebisnis muslim yang sangat tergantung dengan pebisinis Nasrani atau kaum muslimin yang berada di daerah-daerah atau negeri-negeri non muslim maka boleh memberikan ucapan selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani yang ada di sekitarnya tersebut disebabkan keterpaksaan. Ucapan selamat yang keluar darinya pun harus tidak dibarengi dengan keredhoan didalam hatinya serta diharuskan baginya untuk beristighfar dan bertaubat.

Diantara kondisi terpaksa misalnya; jika seorang pegawai muslim tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada boss atau atasannya maka ia akan dipecat, karirnya dihambat, dikurangi hak-haknya. Atau seorang siswa muslim apabila tidak memberikan ucapan Selamat Natal kepada Gurunya maka kemungkinan ia akan ditekan nilainya, diperlakukan tidak adil, dikurangi hak-haknya. Atau seorang muslim yang tinggal di suatu daerah atau negara non muslim apabila tidak memberikan Selamat Hari Natal kepada para tetangga Nasrani di sekitarnya akan mendapatkan tekanan sosial dan lain sebagainya.

Artinya : “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An Nahl : 106)

Adapun apabila keadaan atau kondisi sekitarnya tidaklah memaksa atau mendesaknya dan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap karir, jabatan, hak-hak atau perlakuan orang-orang Nasrani sekelilingnya terhadap diri dan keluarganya maka tidak diperbolehkan baginya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka.

Hukum Mengenakan Topi Sinterklas

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya bangga terhadap agamanya yang diimplementasikan dengan berpenampilan yang mencirikan keislamannya. Allah swt telah menetapkan berbagai ciri khas seorang muslim yang membedakannya dari orang-orang non muslim.

Dari sisi bisnis dan muamalah, islam menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba yang merupakan warisan orang-orang jahiliyah. Dari sisi busana, islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan busana yang menutup auratnya kecuali terhadap orang-orang yang diperbolehkan melihatnya dari kalangan anggota keluarganya. Dari sisi penampilan, islam meminta kepada seorang muslim untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis.

Islam meminta setiap umatnya untuk bisa membedakan penampilannya dari orang-orang non muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Bedakanlah dirimu dari orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis.” (Muttafaq Alaih)

Islam melarang umatnya untuk meniru-niru berbagai prilaku yang menjadi bagian ritual keagamaan tertentu diluar islam atau mengenakan simbol-simbol yang menjadi ciri khas mereka seperti mengenakan salib atau pakaian khas mereka.

Terkadang seorang muslim juga mengenakan topi dan pakaian Sinterklas didalam suatu pesta perayaan Natal dengan teman-teman atau bossnya, untuk menyambut para tamu perusahaan yang datang atau yang lainnya.

Sinterklas sendiri berasal dari Holland yang dibawa ke negeri kita. Dan diantara keyakinan orang-orang Nasrani adalah bahwa ia sebenarnya adalah seorang uskup gereja katolik yang pada usia 18 tahun sudah diangkat sebagai pastor. Ia memiliki sikap belas kasihan, membela umat dan fakir miskin. Bahkah didalam legenda mereka disebutkan bahwa ia adalah wakil Tuhan dikarenakan bisa menghidupkan orang yang sudah mati.

Sinterklas yang ada sekarang dalam hal pakaian maupun postur tubuhnya, dengan mengenakan topi tidur, baju berwarna merah tanpa jubah dan bertubuh gendut serta selalu tertawa adalah berasal dari Amerika yang berbeda dengan aslinya yang berasal dari Turki yang selalu mengenakan jubah, tidak mesti berbaju merah, tidak gendut dan jarang tertawa. (disarikan dari sumber : http://h-k-b-p.blogspot.com)

Namun demikian topi tidur dengan pakaian merah yang biasa dikenakan sinterklas ini sudah menjadi ciri khas orang-orang Nasrani yang hanya ada pada saat perayaan Hari Natal sehingga dilarang bagi setiap muslim mengenakannya dikarenakan termasuk didalam meniru-niru suatu kaum diluar islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Siapa yang meniru suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka.” (Muttafaq Alaih)

Tidak jarang diawali dari sekedar meniru berubah menjadi penerinaan dan akhirnya menjadi pengakuan sehingga bukan tidak mungkin bagi kaum muslimin yang tidak memiliki dasar keimanan yang kuat kepada Allah ia akan terseret lebih jauh lagi dari sekedar pengakuan namun bisa menjadikannya berpindah agama (murtad)

Akan tetapi jika memang seseorang muslim berada dalam kondisi terdesak dan berbagai upaya untuk menghindar darinya tidak berhasil maka ia diperbolehkan mengenakannya dikarenakan darurat atau terpaksa dengan hati yang tidak redho, beristighfar dan bertaubat kepada Allah swt, seperti : seorang karyawan supermarket miliki seorang Nasrani, seorang resepsionis suatu perusahaan asing, para penjaga counter di perusahaan non muslim untuk yang diharuskan mengenakan topi sinterklas dalam menyambut para tamunya dengan ancaman apabila ia menolaknya maka akan dipecat.

Wallahu A’lam


sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-mengucapkan-selamat-natal.htm

Possibly Related Posts:


Category: Agama  | Tags: , , ,  | 4 Comments
Friday, August 14th, 2009 | Author:

mengajiSudahkah Anda Mengaji? Itulah sebuah pertanyaan rutin yang sering saya catutkan pada status YM saya ba’da Maghrib.  Sebuah rutinitas yang semestinya dikerjakan oleh kaum muslimin untuk menkhusyukkan diri diawal datangnya malam (gelap).  Perbuatan dimana tidak hanya bisa menentramkan hati bagi yang membacanya juga berfaedah bagi lingkungan sekitar.

Sebagai manusia yang kehidupannya tidak terlepas dengan dunia maya, tentu pekerjaan yang mendatangkan pahala ini sering ditinggalkan orang. Keasyikan berinternet ria telah membuat orang lupa akan kodratnya sebagai makhluk Tuhan.  Mereka tidak salah, mungkin kita yang salah yang tidak mengingatkannya.

Di dunia maya terdapat banyak web yang bisa jelajahi untuk bisa membaca Al-quran secara Online.  Salah satunya yang menarik perhatian adalah www.quranflash.com. Sebuah website yang berbasis flash dimana tampilannya benar-benar mengagumkan, terutama bagi saya sendiri.  Silahkan anda mengunjungi web tersebut dan coba membiasakan diri dengan membaca Al-quran.  Semoga kita diberikan kemudahan oleh Allah disetiap kesempatan. Allahumma Amin.

mengaji2

Possibly Related Posts:


Category: Agama, ICT  | Tags: , , ,  | 7 Comments
Monday, May 11th, 2009 | Author:

Ada yang menarik yang saya dapatkan dari perjalanan hidup saya sebagai seorang hamba Allah. Yakni sebuah kenikmatan yang semua orang pasti melakukannya. Tidur.  Sebuah kata yang kecil tulisannya tapi besar manfaatnya.

Islam sendiri sangat menaruh perhatian kepada manusia dalam segala hal,  dari hal kecil hingga yang besar.  Dari urusan mau tidur hingga terbangun,  semua itu diatur dalam Islam.  Allah berfirman dalam Surat  An-Naba ayat  9 yang berbunyi:  “Dan kami jadikan tidurmu untuk istrahat.”.

Imam Ibnu Katsir berkata: “Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaa-Nya Allah menjadikan sifat tidur bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur ketenangan dan rasa lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang”.

Nah berbicara tidur, Islam mengajarkan kita beberapa do’a yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur.  Salah satu nya yang sering saya baca adalah:

1.  Membaca Surat Al-Fatihah.

2. Membaca Surat Al-ikhlas 3x. (biasanya kalo dah ngantuk parah saya baca sekali)

3. Membaca Surat Al-Falaq 3x.

4. Membaca Surat An-naas 3x.

5.  Dan membaca Bismikallahumma Ahya Wa Amuut.  (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati)

dan Tipsnya sangat simpel..

Ketika anda membaca do’a² tersebut, jangan sampai anda MENGUAP.  Karena, jika sampai hal ini terjadi maka kemungkinan besar (bagi saya sendiri) pasti tidurnya tidak akan terlelap. Tidak hanya itu, tentunya mimpi-mimpi buruk pasti akan menemanin perjalanan tidur anda. Pastikan tips simpel ini diikutin dengan baik karena 99 % saya telah membuktikan. (wedew.. kata²nya marketing banget..hehe..)

sekian dan terimakasih telah mengunjungi blog saya :)



Possibly Related Posts:


Category: Agama, Sebaiknya kita tau  | Tags: , ,  | 5 Comments
Saturday, March 07th, 2009 | Author:

Kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang sangat mendasar bagi kehidupan umat manusia. Dari cara hidup sampai segalanya. Nah disini kita akan mencoba memanfaatkan teknologi untuk bisa menentukan arah kiblat secara cepat dan tepat. Ada 2 cara yang saya ketahui dalam menentukan arah kiblat ini. Cara pertama menggunakan Google earth dan akan memakan waktu yang sedikit agak lama.  Cara kedua menggunakan aplikasi webgis dari seorang ibn Mas’ud untuk bisa menentukan arah kiblat secara cepat. Pada kesempatan ini akan dibahas menggunakan cara ke-2.

Jika anda sudah siap, ikuti langkah berikut ini:
01. Buka www.qiblalocator.com.

02. Jika web sudah terbuka, disana anda bisa melihat 3 buah tombol didalam peta (Map, Satellite, dan Hybrid). Klik tombol Satellite. Kenapa harus memilih Satellite? karena penginderaan dalam bentuk foto satellite akan mempermudah anda dalam mencari objek atau tempat yang ingin anda ketahui arah kiblatnya dan keakuratannya.

03. Kemudian masukkan kota dimana anda bermukim. Misal Banda Aceh.

04. Disini saya akan mencoba lebih detail dengan mencari keakuratan arah kiblat dari Masjid Raya Baiturrahman (MRB). Jika anda ingin mencoba juga dikolom pencarian ketik: Masjid Raya baiturrahman.

Bravoo, pas banget yah. Padahal MRB didirikan pada tahun 1292 pada jaman kerajaan Sultan Alidin Mahmudsyah. Salut deh buat ulama² jaman dahulu tanpa teknologipun arah kiblat bisa seakurat itu.

05. Sampai pada langkah ini, anda sudah bisa mencari posisi arah kiblat di tempat dimana anda tinggal bukan? Baguss.. :)

06. ok, kita lihat satu contoh lagi. Sekarang kita terbang ke jogja. (wah ada apa pula dijogja..!!) hehe.. ikut aja deh ga usah banyak tanya :p. Masukkan dikotak pencarian Masjid Kampus UGM, dan lihat ternyata arah kiblatnya juga pas.

07.  Al-akhir, semoga dengan kemajuan teknologi berbasis webgis dibidang Agama ini membuat kita lebih banyak bersyukur akan kemajuan teknologi yang diberikan Allah kepada kita semua. Allahumma Amin.

Greetz:
adikcilak, yang sudah menanyakan hal ini sehingga menginpirasikan saya untuk menulis.

Possibly Related Posts:


Category: Agama, ICT  | 6 Comments
Wednesday, February 11th, 2009 | Author:

Masih ingat dengan manusia perahu yang terdampar di kepulauan sabang tepatnya diantara pulau Seulako dan pulau Rondo awal januari 2009 dan 3 Februari di Kuala Idi Rayeuk? iya mereka adalah Muslem Rohingya. Mereka adalah saudara-saudara kita seiman yang saat ini sangat butuh bantuan.

Di Negaranya Myanmar (ada juga dari Bangladesh) diperlakukan secara tidak manusiawi oleh tentara-tentara militer. Hak-hak mereka dirampas, dan kewarganegaraannya tidak diakui. Bayangkan sendiri jika kita diperlakukan seperti itu. Apa yang akan kita lakukan?. Mungkin inilah salah satu faktor yang membuat mereka memilih untuk mengungsikan diri ke luar sehingga terbebas dari penyiksaan yang tidak memihak ini.

Keberadaan para pengungsi rohingya ini mengingatkan kita akan kondisi Aceh beberapa waktu yang lalu, dimana banyak masyarakat Aceh yang karena kondisi keamanan yang buruk memilih keluar dari Aceh dan menetap di luar negeri untuk mencari keamanan dan kenyamanan.

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda yang cinta akan Islam secara bersama-sama membantu mereka dengan berbagai macam bantuan yang kita sanggupi, semoga Allah membalas segala keringanan tangan kita dalam memberi.

Di akhir tulisan ini, saya mengutip sebuah hadist yang sangat familiar kita dengar dalam kehidupan sehari-hari sehingga semoga bisa melahirkan kembali Ar-ruhul Jadid dalam diri kita semua, Allahumma Amiin..

“ Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan mereka, kasih sayang mereka dan keakraban mereka seperti satu badan. Jika salah satu anggota badan sakit maka seluruh anggota badannya juga merasakan hingga tidak bisa tidur dan demam.” Muttafaqun Alaihi.

Possibly Related Posts:


Category: Agama, Opini, Sosial  | 7 Comments
Friday, January 09th, 2009 | Author:

Save Gaza

Setiap muslim adalah bersaudara. Nabi Muhammad SAW menggambarkan hubungan antara tiap Muslim dengan Muslim lainnya adalah seperti sebuah tubuh, ketika salah satu bagian anggota tubuh merasa sakit maka sebagian tubuh pun akan ikut merasakan sakit.

Saat ini rakyat Palestina menderita akibat agresi militer yang dilakukan oleh Israel yang telah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Kita sebagai seorang Muslim dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina dan salah satu bantuannya adalah dengan menyertakan mereka dalam tiap doa-doa kita.

Doa adalah senjata bagi orang yang beriman, oleh karena itu bantulah saudara-saudara kita di Palestina dengan mengirimkan doa kepada mereka.

Dibawah ini adalah Doa untuk Palestina yang dapat dibaca secara rutin guna membantu rakyat di Palestina dan umat Islam di belahan bumi lainnya:

doa-1 adikcilak.com

Allahumma ashlih Ummata Muhammad. Allahumma farrij ‘an Ummata Muhammad. Allahumma Rham Ummata Muhammad [sallAllahu alayhi wasalam]

Wahai Allah perbaikilah umat Nabi Muhammad. Wahai Allah lepaskanlah kesengsaraan dari umat Nabi Muhammad. Wahai Allah kasihanilah umat Nabi Muhammad..

doa-2 adikcilak.com

Allahumma ansur al-muslimeena fil falasteen, wa fi cheechan, wa fi Kashmir, wa fil Iraq, wa fil Hind, wa fil Afghanistan, wa fil Filibeen, wa fil Bakistan wa fi kulli makaan

Wahai Allah, Bantulah kaum Muslimin di Palestina, di Chechnya, di Kashmir, di Irak, di India, di Afghanistan, di Filipina, di Pakistan dan di mana saja.

doa-3

Allahumma aizzal-Islama wal-Muslimeen, Allahumma aizzal-Islama wal-Muslimeen, wa adhillash-shirka wal-Mushrikeen, wa dammir adaa’ad-deen, wahmi hawzatal-Islami Ya rabbal Alameen.

Wahai Allah muliakanlah islam dan kaum muslimin dan hinakanlah rendahkanlah kesyirikan dan pelaku kemusyrikan dan hancurkanlah musuh-Mu dan musuh agama-Mu dengan keburukan dan lindungilah negeri-negeri Islam wahai Tuhan semesta alam..

doa-4

Allahumma adh-dhibil-Kafarata wa alqi fi qulubihim-urr-’uba wa khalfi baina kalimatihi wa anzil ‘alaiyhim rijzaka wa adhabak

Wahai Allah berikanlah adzab kepada orang-orang kafir dan goncangkanlah hati-hati mereka dan pecah belahlah, hancur leburkanlah dan turunkanlah azab serta murka-Mu kepada mereka.

doa-5

Allahumma Ya Khaliq as-Samawati wal ard, Ya Hammi, Ya Hafidh, Ihhmi Ahlanna Fil Iraq, wa Filasteen, wa Sheeshaan, wa Kashmeer, wa Afghanistan. Ihhmi Habbatta Ayninna Al Iraq, wa Filasteen, wa Sheeshaan, wa Kashmeer, wa Afghanistan. Allahumma wahf-dhahum Min Kulli Sharrin Wasu’. Allahumma unsurrhum Fi Kulli Makkan. Allahumma Ameen. Allahumma Ameen. Allahumma Ameen.

Wahai Allah yang menciptakan langit dan bumi, Maha Pelindung, Maha Penjaga, Lindungi rakyat kami di Irak, Palestina, Chechnya, Kashmir dan Afghanistan. Wahai Allah lindungi negeri kami tercinta yaitu Irak, Palestina, Chechnya, Kashmir dan Afghanistan. Wahai Allah lindungilah mereka semua dari segala yang buruk dan jahat. Wahai Allah berikanlah kemenangan kepada umat Muslimin dimana pun berada. Amin Ya Allah! Amin Ya Allah! Amin Ya Allah!

AMIN
*Catatan: Mohon maaf, sumber yang saya kutip dari dhuha.net, linknya sudah mati sehingga tampilan gambarnya juga sudah tidak tampak.

Possibly Related Posts:


Tuesday, December 30th, 2008 | Author:

Kenalkah saudara dengan Abdurahman bin Auf, minimal pernah dengar namanya?. Beliau adalah salah satu sahabat Rasulullah yang Kaya hartanya tapi miskin pelitnya. Hartanya dibelanjakan dijalan Allah yang hanya semata-mata untuk beramal meraih ridha-Nya.

Suatu hari Abdurrahman bin Auf menjual tanah seharga 40 ribu dinar. Lalu uang yang setara dengan Rp. 40 Miliar itu dibagi-bagikan semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para istri Nabi dan kaum fakir miskin. Untuk keperluan tempur, ia pernah menyerahkan 500 ekor kuda pilihan sebagai perlengkapan bala tentara Islam. Dan di hari yang lain, ia serahkan 1500 unta dan masih banyak yang lain.

Menjelang wafatnya, ia berwasiat 50 ribu dinar (setara dengan Rp 50 Miliar) untuk dibelanjakan di jalan Allah. Lalu diwasiatkannya pula bagi setiap ahli Badar (pejuang perang Badar) yang masih hidup, masing-masing 400 dinar atau setara dengan Rp. 400 juta per orang. Masya Allah..

Sebelum sukses di Madinah, Abdurrahman bin Auf dicoba Allah dengan ujian yang sangat berat dimana ia harus berhijrah ke Madinah dengan meninggalkan kota Mekkah yang notabene adalah daerah kelahiran dan tempat dimana profesi bisnisnya lebih kondusif dan punya masa depan. Mekkah adalah kota perdagangan, sedangkan Madinah adalah kota yang sama sekali baru baginya. Tetapi ujian ini ditanggapi dengan ikhlas dan niat yang teguh dengan keyakinan yang penuh, ia meninggalkan Mekkah kota kelahirannya.

Saat Abdurrahman bin Auf hijrah ke Madinah, ia tidak membawa harta yang banyak. Bahkan ia dalam keadaan kekurangan. Melihat keadaan ini Rasulullah SAW merpersaudarakan ia dengan penduduk Madinah, Sa’ad bin Ar-Rabi’. Ketika melihat keadaan Abdurrahman saat itu, Sa’ad berkeinginan memberikan sebagian hartanya. Bagi orang yang punya sikap mental meminta mungkin akan melihat tawaran itu sebagai kesempatan emas yang sayang kalau dilewatkan begitu saja. Tapi bagaimana mental Abdurrahman?.

Meski saat itu ia dalam keadaan kekurangan, tawaran itu ditanggapi dengan bijak, “Semoga Allah memberkahi keluarga dan kekayaan Anda. Tunjukkan saja kepadaku, di manakah pasar kota kalian?”. Jawaban yang singkat, yang mencerminkan mentalnya yang anti dibelaskasihani. Ia lebih memilih hidup dari jerih payahnya sendiri dengan bekerja keras.

Sejak ditunjukkan pasar, ia pun mulai melakukan aktifitas berdagangnya dengan semangat dan antusias. Dan ternyata talenta bisnisnya memang luar biasa. Dengan sungguh-sungguh dan penuh amanah ia mengurus perniagaannya itu hingga terus berkembang dan berkembang. Abdurrahman bin Auf menyuburkan bisnisnya dengan sedekah. sedekahnya yang mencapai miliaran seperti tertulis diatas itu tidak membuat hartanya berkurang malah bertambah.

Dari tulisan ini bisa disimpulkan bahwa bercita-cita hidup dengan harta yang berlimpahan adalah tidak dilarang. Bahkan dengan sikap yang benar, harta yang banyak bisa menjadi jalan kemulian. kita perlu belajar dari Abdurrahman bin Auf, bagaimana menguasai dunia dan tak kuasai dunia. Dengan demikian harta dunia membawa pada kehidupan yang mulia, dunia, dan akhirat.

Note: Artikel ini diambil dan diedit dari Majalah Suara Hidayatullah Edisi 08 |XXI|  Desember 2008, tanpa mengurangi inti dari artikel Hikmah tersebut.

Possibly Related Posts:


Category: Agama  | 5 Comments
Check Google Page Rank