Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Lomba - adikcilak.com

Archive for the Category » Lomba «

Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Kawan…

Hampir sepuluh tahun gempa dan tsunami Aceh 2004. Serangkaian proses yang kita hadapi telah membentuk kita menjadi generasi yang tangguh dari bencana. Proses terbentuknya ketangguhan ini dilalui secara bertahap. Bukan sembarangan proses. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, dan bencana yang silih berganti telah mengajarkan kita akan artinya ketangguhan dalam berbencana. Kita korban, kita relawan dan kita pembangun. Yang membangunkan kembali pemukiman, pendidikan, pemerintahan, infrastruktur, ekonomi, dan segala sektor penting lainnya.

10 tahun itu bukan waktu yang cepat. Disana ada proses pembelajaran bencana yang terus berulang-ulang. Gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kebakaran dan berbagai macam jenis bencana lainnya telah mengajarkan kita akan kewaspadaan. Jika kita kembali membuka halaman lama saat gempa dan tsunami 2004 terjadi, begitu banyak korban yang jatuh akibat ketidakpahaman kita. Padahal gejala akan datangnya tsunami sudah tampak didepan mata tapi kita masih terpaku pada goyangan gempa. Jauh tahun kemudian, saat terjadi gempa kuat 11 april 2012, dimana saat itu masyarakat mulai menghindari bibir pantai dan mengungsi ke tempat yang aman seperti bukit dan gedung penyelamatan. Ini menjadi bukti bahwa pemahaman masyarakat terhadap gempa semakin meningkat.

sumber gambar: dallascounty.org

sumber gambar: dallascounty.org

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Monday, December 31st, 2012 | Author:

Mengelilingi Aceh merupakan kesukaan yang tiada banding. Salah satunya adalah mengunjungi kepulauan simeulue. Simeulue merupakan sebuah kabupaten yang ada di provinsi Aceh dan berada di samudera hindia. Dengan luas wilayahnya 203.148,63 hektar membuat simeulue terbagi menjadi 8 kecamatan yang mencakup 138 desa. Secara tofografis, simeulue merupakan daerah datar, bergelombang, berbukit dan bergunung curam dengan ketinggian yang tidak relatif tinggi. Mungkin sekitar 200 hingga 500 meter diatas permukaan laut.

Untuk bisa sampai ke pulau Simeulue ada 2 alternatif transportasi. Yaitu udara dan laut. Jika anda ingin menempuh jalur udara, sekarang bisa ditempuh melalui bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh. Sebelumnya jalur udara menuju ke Simeulue hanya bisa ditempuh melalui bandara Polonia Medan dengan menggunakan maskapai penerbangan SUSI Air dan Merpati. Harga tiketnya via medan juga bervariasi. Untuk maskapai Merpati lebih murah dibandingkan SUSI Air yaitu sekitar 400 rb (2011) dan untuk SUSI Air sekitar 700 rb.  Jika anda menanyakan ke saya mana yang lebih nikmat dari kedua itu. Keduanya sama-sama enak. Jika anda tahan dengan kebisingan suara mesin, menaiki pesawat SUSI air lebih mengasyikkan. Anda akan menikmati pemandangan yang luar biasa yang tidak anda dapatkan pada merpati. Sekali-kali untuk mengelak awan sang pilot akan melakukan manuver. Selain itu ia memiliki jendela yang lebih besar dari pesawat Merpati, dan anda akan seru melihat kecanggihan teknologi pesawat cesna beserta pilotnya yang ganteng-ganteng, semuanya bule. Hehe.

cesna-susi-air

landing

Rute laut adalah alternatif kedua. Rute ini berangkat dari pelabuhan air di Labuhan Haji, Aceh Selatan. Waktu tempuh sekitar 9 jam menggunakan feri KMP Sinabang.  Jadwal pemberangkatan dari labuhan haji setiap hari Selasa, Jum’at dan Minggu jam 22.00 WIB.

KMP teluk Sinabang

Di Simeulue memiliki banyak tempat wisata. Seperti Pantai besung, pantai ganting, pantai alus-alus,  naibos,  danau lawik tawar,   makam Teungku Diujung, Makam  Tgk. Bakudo Batu (Banurullah), Taman laut Terumu Karang dan banyak lainnya. Pantai besung adalah salah satu pantai yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Pantai ini selain bersih, memiliki pasir putih dengan air yang bening. Gelombangnya juga tidak terlalu besar dan tenang, memang cocok untuk liburan keluarga di akhir pekan.

Sunset di Pantai Besung

Wisata Religi

Makam Teungku Diujung merupakan sebuah makam keramat yang berada di Kampung Latak Ayah desa Kuta Padang kecamatan Simeulue Tengah. Beliau adalah seorang ulama yang juga pendakwah yang dulunya menyebarkan agama Islam di Pulau ini. Hampir seluruh penduduk di pulau ini berhasil ia Islamkan.  Tsunami tahun 1907 dan 2004 yang dikenal dahsyatnya tidak membuat makam ini rusak. Penduduk disana sangat menghormati makam tersebut sehingga beberapa kawan yang sudah lama tinggal disana melarang saya mengambil gambar di makam itu karena ditakutkan akan terjadi hal ghaib yang mungkin tidak diinginkan.

Makam Tengku Bakudo Batu (Banurullah) adalah salah satu tempat wisata islami lainnya yang patut dikunjungi.  Beliau juga salah seorang ulama yang menyebarkan Islam disana ketika masa Kesultanan Iskandar Muda. Ini dibuktikan dengan adanya prasasti tujuh batu penyangga yang khusus dikirimkan sultan untuk mendirikan masjid yang sekarang berada di  desa Salur, Teupah Barat. Ketika saya menziarahi makam tersebut, salah seorang penduduk disana bercerita, bahwa di pokok (pohon) diatas makam ini ada sumber mata air yang tak pernah kering. Tapi sejak makam tersebut sekelilingnya di semen, air tersebut  sudah mengering.

makam-tgk-bakudo-batu-banurullah

Wisata Tsunami

Smong. itulah istilah yang digunakan masyarakat disana untuk Tsunami. Beranjak dari peristiwa Tsunami tahun 1907 masyarakat disini sangat paham jika air laut sudah surut. Tahun 1907 menjadi pelajaran penting bagi penduduk Simeulue saat itu yang selamat dimana ketika air laut surut masyarakat berlomba-lomba mendapatkan ikan dengan mudahnya. Tapi tidak mengira akan datang gelombang Tsunami (Smong) yang menghantam daratan dan memakan banyak korban.

Sekarang, sisa-sisa tsunami 1907 masih bisa dilihat dari bekas-bekas terumbu karang yang terhampar jauh ke daratan. Salah satunya yang telah saya kunjungi terletak di desa Naibos. Terumbu Karang ini terdampar di persawahan masyarakat setempat dengan jarak dari bibir pantai sekitar 500 meter. Padahal Tsunami 2004 saja tidak sampai sejauh itu yang hanya berpaut 100 hingga 300 meter dari bibir pantai. Objek wisata seperti ini sudah seharusnya dicanangkan dengan baik seperti yang dilakukan di Jepang.  Tapi sayang, pemerintah Simeulue belum benar-benar menggarap wisata Tsunami ini.

terumbu-karang-terhempas-jauh-tsunami-1907-simeulue

Masih di kawasan Naibos, disini kita bisa menatap pemandangan yang indah dengan panorama pohon-pohon kelapa yang tinggi. Air-air laut yang jernih membuat kita sangat ingin bisa berenang dilaut  tersebut. Bekas-bekas peninggalan perlawanan di masa penjajahan  juga masih tertata dengan baik.

benteng-pertahanan-di-desa-naibos

Wisata Kuliner

Simeulue terkenal dengan udang lobster nya. Penduduk disana menyebutnya dengan lahok. Lobster memang menjadi komuditi terkenal yang dipasok ke luar negeri seperti Jepang. Tidak heran, ketenaran lobster simelue diakui oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dalam akun twitternya  yang bunyinya Subhanallah, rupanya ini lobster simeulue yg diekspor ke jepang dan manca negara itu…? *hiuks2*”. Tidak percaya? silahkan buka link http://pics.lockerz.com/s/203535630 untuk memastikan :)

Saya juga sudah merasakan kenikmatan lahok simeulue ini ketika travelling kesana. Sampai puyeng makannya karena  kolestorel binatang laut ini terlalu tinggi. Ayo dicoba.. Laziiiiisss..

lobster-yang-sudah-di-goreng

Tulisan ini diikutsertakan untuk mengikuti Kontes Blog MySelangorStory 2013 :)

MySS 2011: http://blog.adikcilak.com/2011/08/31/malaysia-menjalin-silaturrahmi-berobat-dan-wisata/


Possibly Related Posts:


Wednesday, August 31st, 2011 | Author:

Ini adalah perjalanan pertama saya ke Malaysia. Perjalanan yang memang sungguh diidamkan sejak ayah saya masih ada. Ada banyak cerita dari perjalanan saya ke Malaysia, tapi hanya beberapa saja yang saya ceritakan disini.

Sungguh perjalanan ini hanya akan terjadi karena kecintaan kepada seorang ibu (selanjutnya disebut bunda) yang meminta untuk ditemani berobat ke Malaysia. Selain itu niatan orang tua (alm. Ayah) yang ingin memperakrab ikatan kekeluargaan anak-anaknya di Aceh dengan keluarga di Malaysia. Ini merupakan anugerah terbesar sejak adek ayahnya kakek hijrah ke Malaysia beberapa puluh tahun silam. Berawal dari cucunya yang di Malaysia (sepupunya ayah) mencari saudara-saudaranya di Aceh karena silsilah yang dibuat atok (sebutan kakek di Malaysia) di sebuah kertas silsilah yang umurnya mungkin lebih tua dari saya, hingga dipertemukanlah keluarga kami dengan mereka. Alhasil sebagai balas kedatangan, beberapa bulan kemudian sejak sepupu ayah sampai ke Aceh, ayah dan ibunda berangkat ke Malaysia untuk menjalin silaturrahmi. Hingga saat itu ayah lebih sering bolak-bolik Aceh-Malaysia untuk berobat daripada ke Jakarta yang tiketnya lebih mahal.

Malaysia, di mata orang Aceh lebih dijadikan wisata berobat (medical tourism) daripada yang lainnya. Karena kesehatan menjadi prioritas utama dalam hidup ini. Orang beranggapan: Kalau sudah sehat, kemana saja bisa ditempuh. Tapi tidak hanya itu, beberapa kawan malah sudah menjadikan malaysia sebagai destination based tourism ke beberapa tempat terkenal di Kuala Lumpur seperti, menara kembar petronas, masjid besar malaysia, lake gardens, national palace, dan banyak lainnya. Juga tidak ketinggalan perpustakaan P. Ramlee yang juga dikagumi di Aceh karena beliau juga salah satu  keturunan orang Aceh.

Bagaimana dengan saya? Walau tidak sempat banyak berkunjung ke beberapa tempat menarik di Malaysia, Alhamdulillah saya sudah ke Masjid Putra Jaya di komplek kementrian Malaysia. Betul-betul sungguh elok pemandangan sekitarnya. Ini tempat yang sangat saya rekomendasi kalau kawan-kawan ingin kesana apalagi secara kita orang Muslim. Menara kembar petronas juga merupakan prioritas pengunjung dari beberapa negara termasuk saya. Nan indah diwaktu malam dengan diterangi cahaya-cahaya lampu yang menguatkan kekokohan menara tersebut. Saya sempat mengabadikan beberapa foto diluar menara tersebut tapi sayang belum sempat naik ke menara itu.

petronas-narsis

Setelah dari Kuala Lumpur, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi saudara di Sungai Petani, Kedah. Disanalah ibunda saya berobat untuk penyembuhan lutut dan sendi kakinya. Memang tempat yang kita kunjungi ini diakui kepakarannya oleh dokter-dokter di Rumah Sakit (Hospital) Pulau Pinang, Malaysia. Pulau Pinang adalah sebuah pulau yang mayoritas orang Aceh banyak berobat kesana.

pakar-tulang-dan-sendi

Kalau sudah ke Kedah, perhatian orang Aceh tentu ke sebuah perkampungan yang dikenal dengan Kampung Aceh. Disana ibarat kita memang tinggal di Aceh, dari nama jalan, rumah panggung, kebiasaan sehari-hari hingga berbicara pun juga kental dengan bahasa Aceh. Masih di Kedah, ditemanin ponakan, saya melanjutkan jalan-jalan ke sebuah Museum Arkeologi yang terletak di Lembah Bujang, Merbok. Disini kita bisa melihat berbagai macam peninggalan pahatan dan bekas candi-candi. Bersebelahan dengan tempat itu ada bekas Tapak Kesan Sejarah Bukit Batu Pahat yang terletak di sungai Merbok. Tapak ini diyakini dibuat sekitar abad ke 11 – 12 Masehi untuk pembinaan candi yang berbentuk bendul pintu. Sudah sangat lama.

museum-arkeolog

Sebelum meninggalkan Malaysia, tempat terakhir yang saya kunjungi adalah Agro Pelancongan Chalet Terapung yang juga ada di Merbok. Ini merupakan tempat refreshing yang saya sukai. Karena di Aceh saya tidak pernah mendapatkan rumah apung yang seperti ini. Sangat cocok untuk menyalurkan hobi yakni memancing atau sekedar menghabiskan akhir pekan.

pelancongan-memancing

Sisi pertanian, terutama padi memiliki kesamaan panen seperti di Indonesia. Menariknya disini adalah sistem pemotongan padi yang tidak menggunakan tenaga manusia melainkan menggunakan sebuah mobil pemotong yang bisa menghemat waktu dan tenaga. Ini menjadi sebuah tontonan unik terutama bagi saya yang berasal dari Indonesia khususnya Aceh yang belum pernah melihat teknologi seperti ini. Tapi sayangnya saya melihat banyak bulir-bulir padi yang terbuang yang tidak dikutip seperti halnya kita petani di Indonesia. Pengalaman pribadi ketika dulu pernah menjadi pemotong padi di sawah sendiri :).

mobil-pemotong-padi

Malaysia memberikan banyak pelajaran kepada saya tentang negeri ini. Transportasi , pengembangan kawasan, infrastuktur, fisik dan prasarana, teknologi, pengelolaan tempat wisata, kedisiplinan, hingga peraturan yang dibuat benar-benar dijalankan dan dipatuhi oleh penduduknya. Karena faktor-faktor inilah, saya ingin kembali lagi ke Malaysia tapi dengan tujuan wisata dan kalau bisa GRATIS. Semoga keinginan ini bisa tercapai melalui Kampanye Wisata Selangor : My Selangor Story 2011 yang diadakan pariwisata Selangor.

Possibly Related Posts:


Sunday, June 12th, 2011 | Author:

“Pandangan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda”

Ungkapan itu jadi benarnya ketika saya melihat desain tablet besutan Acer yang pertama : ICONIA TAB A 500 yang ciamik dan cakep abis. Saking tergoda karena desainnya saya mencari tahu spesifikasi dengan jalan-jalan ke official website acer Indonesia.

Tablet yang berwarna grey metal ini hadir dengan tampilan minimalis dengan  layar 10,1 inci. Didukung dengan 2 port USB, USB standar dan mikro USB telah membuat pecinta foto dengan mudah bisa memindahkan foto-foto favorit dari Kamera Digital ke ICONIA tablet. Selain itu disana juga terdapat mikro HDMI port yang bisa dikoneksikan dengan LCD dan layar yang lebih besar untuk digunakan sebagai presentasi pekerjaan anda.

Seperti kebanyakan tablet lainnya, ICONIA TAB A 500 juga memiliki DOCK port yang gunanya untuk menambah aksesories seperti eksternal keyboard. Walau aksesories seperti ini dijual terpisah, kamu masih tetap bisa menggunakan keyboard screen yang ada pada tablet tersebut. Nah dirimu yang  pada suka foto, tablet ini memiliki 2 camera (depan dan belakang).  Kamera depan, selain bisa digunakan untuk “narsisan”, bisa juga digunakan untuk video skype, jadi antar kamu dan orang lain bisa saling tatap (hai kawan..hehe). Kamera bagian belakang, menariknya memiliki blitz sehingga kualitas foto di waktu gelap akan tetap terjaga.

Dengan processor Nvidia Tegra 250 Dual-cortex A9 berkecepatan 1 GHz, RAM 1 GB, dan chip grafis GeForce irit energi telah membuat tablet ini memiliki spesifikasi kelas atas.  Memainkan game di tablet ini menjadi sungguh menyenangkan. Di video Review nya saja, dalam memainkan game NEED FOR SPEED ibarat sobat megang stir mobil, banting stir ke kanan, banting stir ke kiri, asal sobat nggak terbalik aja. haha.. Kalu udah begitu, asyik dah. Bicara soal video, sobat bisa nonton video tablet ini hingga 5 – 6 jam nonstop. Weew cool.

Kalau ada yang nanya, semua yang sudah diulas diatas bisa berjalan dengan baik karena menggunakan OS apa seh? Android HoneyComb tentunya. Nah sepertinya sobat tidak perlu dikasih tahu lagi kehebatan ANDROID kan?. Jadi, sobat yang punya uang lebih, sudah bisa  ke counter-counter Acer terdekat atau toko komputer di kota kamu sekalian. Masalah harga, jangan terlalu kuatir deh,  Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dari semua tablet yang beredar saat ini, yaitu 4 jutaan. So,  tunggu apa lagi?


Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank