Thursday, November 24th, 2011 | Author:
adikcilak
“Boeh tajak jeip kupi Aceh sedunia” itulah kata-kata yang saya ucapkan ketika mendengar akan diselenggarakan Aceh Coffee Festival pada tanggal 25 - 27 november 2011 (Jum’at - Minggu) di Taman Sari Banda Aceh. Pergelaran yang bertajuk “Kopi Aceh Untuk Dunia” ini akan dihadiri oleh berbagai macam komunitas di Aceh seperti Komunitas Android, Berry, iPhone, Fotografer, Magician (scream), @IloveAceh, Aceh Blogger, KasKus Aceh (RATM), dan beberapa komunitas lainnya. Tidak ketinggalan, Kepala daerah dan masyarakat Aceh akan berbondong-bondong untuk meramaikan acara tersebut.
Aceh Coffee Festival merupakan serangkaian acara yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dalam mensukseskan dan memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui program Visit Banda Aceh 2011. Festival ini akan mengangkat profil dan potensi Aceh sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas internasional seperti kopi gayo, kopi lamno dan kopi luwak. Serta promosi bagi pengusaha kopi dan pemilik warung kopi yang ada di Aceh juga luar Aceh agar lebih dikenal oleh masyarakat dunia.
Selain itu, nantinya akan ada parade magic dari komunitas Scream, ngopi bareng rombongan pawai 1 muharram, ngopi bareng peserta rally wisata, dan kompetisi hunting foto, juga aneka fun games yang bisa diikuti oleh teman-teman komunitas.

Kopi Aceh memang lebih mendunia paska gempa bumi dan tsunami 2004 yang melanda negeri ini. Pekerja NGO baik dari luar negeri maupun dalam negeri di sela-sela kerjanya menyempatkan diri mencicipi kopi Aceh yang terkenal dan tersebar dimana-dimana dengan aroma dan khasnya yang berbeda-beda. Maka tidak heran, seorang Bill Clinton mantan presiden Amerika menganggumi aroma dan khasnya Kopi Aceh sejak ia bertandang ke bumi Aceh pada masa rehab rekon.
Mari diakhir pekan ini, ajak kawan kerabat untuk meramaikan pergelaran akbar ini dengan menikmati secangkir kopi Aceh sedunia.. Sluuurppss..
Possibly Related Posts:
Incoming search terms for the article:
Friday, October 07th, 2011 | Author:
adikcilak
Bencana alam gempa bumi dan tsunami tahun 2004 telah meluluhlantahkan bumi Aceh, Nias dan sebagian belahan bumi lainnya seperti Thailand, Malaysia dan Srilanka. Menelan korban yang tidak tanggung-tanggung kurang lebih 200.000 jiwa meninggal dan hilang telah membuat semua orang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal. Tidak hanya itu, kebakaran, angin kencang, banjir dan tanah longsor juga menjadi “pelanggan tetap” musibah yang terus melanda negeri kita tercinta ini.
Salah satu strategi mengurangi risiko bencana adalah dengan membangun sistem informasi kebencanaan. Hal ini untuk mempermudah aksi terutama pemangku kepentingan (stake holder) dalam melakukan kesiapsiagaan dan pencegahan ke depan. Pembuatan sistem informasi kebencanaan telah membawa dampak baik dari berbagai bencana alam berskala besar, seperti El nino di Peru, badai Mitch di Honduras, dan gempa bumi di El Savador. Indonesia juga sudah memulainya dengan diluncurkan sebuah produk kebencanaan berbasis web pada tanggal 29 juli 2008 yang dikenal dengan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

Bagaimana dengan Aceh?
Pasca gempa bumi dan tsunami 26 desember 2004, Aceh mulai membenah diri dengan perbaikan di segala bidang. Dengan banyak bantuan dari pihak luar, telah memudahkan rekonstruksi dan rehabilitasi terbangun dengan cepat walau ada kurang disana-sini. Tidak sedikit bantuan dalam penguatan data juga tersebar di kantor-kantor pemerintahan dan non pemerintahan. Untuk data histori kebencanaan saja baru hadir secara online pada maret 2010 yang diinisiasi oleh Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Unsyiah. Sistem informasi ini dikenal dengan sebutan DIBA, yaitu singkatan dari Data Informasi Bencana Aceh.
DIBA adalah sebuah sistem yang dirancang sebagai database informasi dan analisa statistik bencana alam di Aceh dan berperan sebagai media pendukung keputusan untuk pengurangan risiko bencana. Begitu penjelasan Fachrul Fikri di sela-sela waktu kerjanya di Pusat Riset.[]
Possibly Related Posts:
Incoming search terms for the article:
Visit Banda Aceh 2011
Possibly Related Posts:
Setelah sebelumnya melihat galeri kang fadli tentang Kereta Api Aceh yang masih terbungkus, kemaren saya berkesempatan bermain-main ke Krueng Geukueh dan sempat melakukan beberapa capturing. Berikut foto-fotonya.


Possibly Related Posts:
Incoming search terms for the article: