Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
Sosial - adikcilak.com

Archive for the Category » Sosial «

Saturday, January 05th, 2013 | Author:

Di tulis oleh: Era Mayawati

Masyarakat Aceh kaya akan budaya dan adat-istiadat. Beragam adat-istiadat diwarisi turun-menurun dari nenek moyang ke anak-cucu. Meski zaman telah maju dan adat-istiadat mulai luntur di kalangan tertentu, tapi masih ada juga kalangan yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat. Adat-istiadat tersebut telah mendarah daging dalam masyarakat Aceh dan mengatur setiap sendi kehidupan, mulai dari kandungan hingga meninggal. Sejak awal dari kehidupan manusia yaitu saat berada dalam kandungan ibunda, adat-istiadat sudah menuntun manusia dalam berperilaku, baik adat yang berupa anjuran maupun pantangan. Berbagai macam anjuran dan pantangan mewarnai kehidupan seorang ibu yang sedang mengandung bayinya. Bisa dikatakan bahwa masa kehamilan merupakan masa dimana terdapat begitu banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh pasangan suami-istri.

Banyaknya pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil kadang kala membuat si ibu merasa stres. Ruang geraknya terasa dibatasi. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan stres karena banyaknya stressor yang dihadapi oleh ibu hamil. Ibu hamil harus menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis dan psikologis yang dihadapinya selama masa kehamilan. Perubahan-perubahan tersebut sudah cukup membuat seorang ibu merasa stres jika tidak mampu beradaptasi dengan baik, apalagi ditambah dengan adat pantang yang berjibun.

Memang, adat pantang yang biasanya datang dari orang tua dan mertua dari si ibu tujuannya baik, demi keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya. Namun, adat pantang tersebut tidak semuanya benar, tidak pula semuanya salah. Kita harus pandai-pandai memilah. Kadang kala adat pantang itu benar adanya, hanya saja alasan yang diutarakan yang salah. Justru karena alasannya yang salah itulah orang enggan untuk menurutinya. Jika alasan yang dikemukakan bisa diterima oleh akal sehat, tentu akan lebih mudah untuk dijalankan. Generasi sekarang yang telah mengikuti perkembangan zaman, mulai merasa enggan untuk mengikuti adat yang selama ini telah hidup dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena pikiran awam yang tertanam dalam otak mereka telah digantikan dengan pengetahuan yang rasional. Tentunya mereka akan membantah ketika orang tua mengatakan “Tidak boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan”. Mereka akan membantah, “Apa hubungannya jalan lahir dengan pintu rumah?”

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, July 25th, 2009 | Author:

tangguhBaik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah. Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.

Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada “hati” untuk menentukan suasana yang diinginkan. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, instruksi agar kita menyesal atau sedih karena habis bertengkar.

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke “hati”. Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam “hati” apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa “Hidup kita ditentukan oleh pikiran”.

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, “Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir.”

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (Intisari)

Sumber: http://radmarssy.wordpress.com/2007/07/02/menjadi-pribadi-yang-tangguh

Possibly Related Posts:


Category: Sosial  | 15 Comments
Wednesday, June 03rd, 2009 | Author:

Tadi pagi saya sempat di invite oleh seorang teman di Facebook untuk bisa memberikan dukungan pada Cause “DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DITAHAN“. Awalnya saya tidak tahu menahu, tapi ketika melihat kalimat surat keluhan melalui Internet yang ditahan saya coba mencari tahu dari Cause tersebut dan beberapa hasil googling dan akhirnya menemukan link berikut ini:

http://www.mail-archive.com/parentsguide@yahoogroups.com/msg09863.html

Berikut isi emailnya:

From: prita mulyasari [mailto:prita. mulyasari@ yahoo.com]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
To:
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang 

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama
anak-anak, lansia dan bayi.
Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International
karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba
pasien, penjualan obat dan suntikan. 

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami
kejadian ini di RS Omni International. 

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi
dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut
berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan
manajemen yang bagus. 

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39
derajat.  Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah
thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya
diinformasikan dan ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib
rawat inap.  Dr. Indah melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya
yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.  Dr.
Indah menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya
meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini.  Lalu
referensi dr. Indah adalah dr. Henky.  Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan
saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam
berdarah. 

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin
pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa.  Keesokan pagi,
dr.Henky visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam
bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi
dr. Henky terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan
berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau
keluarga pasien.  Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap
masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah.  Saya sangat
kuatir karena dirumah saya memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih
memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan
saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal. 

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik
tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta
keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster
hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya.  Satu box
lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul. 

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan
minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan
ke ruangan.  Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan
datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek
dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja. 

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk
memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya
sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara.  Saya tanyakan
berarti bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam
berdarah tetap virus udara.  Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan
kembali diberikan suntikan yang sakit sekali. 

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak
napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya
berkata menunggu dr. Henky saja.  Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus
padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.
Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan
suntikan dan obat-obatan. 

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun
janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari.  Suami dan kakak-kakak
saya menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab
awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam
riwayat hidup saya belum pernah terjadi.
Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya. 

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah
mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan
menyuruh tidak digunakan infus kembali.  Kami berdebat mengenai kondisi saya
dan meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang
pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja.  Dr. Henky menyalahkan
bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan. 

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai
membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau
dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain.  Tapi saya membutuhkan data
medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis
yang fiktif. 

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu
kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya
samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang
181.000 bukan 27.000. 

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan
bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000,
kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah,
dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di
Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang
memegang hasil lab tersebut. 

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi
(customer service coordinator) dan saya minta tanda terima.  Dalam tanda terima
tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan
oleh Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke
customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima
pengajuan complaint tertulis. 

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi
(customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan
diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan
saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari
lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya
saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya
masih bisa rawat jalan. 

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya
ini tidak profesional samasekali.  Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia
mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi
informasikan ke saya.  Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr.
Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas
(Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore. 

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya
dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa
ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena
sudah membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi
impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.  Saya lemas mendengarnya dan
benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa
sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis
tinggi sehingga mengalami sesak napas.
Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya
tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas. 

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut
namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan
waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya.  Keesokan paginya saya tunggu
kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni
memberikan surat tersebut.  Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab
compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya
namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang
kerumah saya.  Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah
dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS
yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta
disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan
waktu yang lama.  Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat
tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut
 Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua.  Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan
customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum. 

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut
dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan
pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya
menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai
kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan
diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari
sebelum masuk ke RS Omni. 

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu
bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni
mendapatkan pasien rawat inap.  Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan
janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang
sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak
napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani
dengan baik. 

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan
asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal
mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. 

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina)
namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka
dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain. 

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput
atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan
apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan. 

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing,
benar.... tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya
untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah
memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan
kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu
saat juga sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang
saya alami di RS Omni ini. 

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau
dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr.
Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda. 

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan
RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini. 

salam, 

Prita Mulyasari

Setelah saya membaca email tersebut,  saya langsung memberikan dukungan dengan mengajak kawan-kawan di-list facebook saya untuk juga memberikan dukungan supaya ibu Prita Mulyasari diberikan pembebasan, sehingga anak-anaknya yang masih balita tersebut kembali mendapat kasih sayang seorang ibu yang memang saat ini sangat dibutuhkan oleh seorang anak.

Alhamdulillah sore tadi berkat do’a dari semua orang dan semua pihak yang membantu, status tahanan ibu Prita Mulyasari yang sebelumnya tahanan rutan menjadi tahanan kota. Semoga nantinya tahanan kota juga terbebas dari beliau. Allahuma amiin..

Possibly Related Posts:


Thursday, February 12th, 2009 | Author:

Aktifitas hari kedua Aksi Peduli Muslim Rohingya di persimpangan lima Banda Aceh ternyata lebih seru dari hari pertama. Selain aksi yang terbagi kedalam dua seisi, yang pertama dilaksanakan pada jam 11 siang sampai jam 12.30 dan yang kedua dilaksanakan setelah ba’da Ashar, juga dihadiri oleh Relawan baru. Mereka adalah sekelompok anak muda yang sedang menuntut ilmu di Akademi Ilmu Komputer (AMIKI) Banda Aceh.

Kehadiran anak-anak ini membuat relawan dari acehblogger.org dan Aceh Linux Activist tambah bersemangat, terutama koordinator lapangan aksi ini, Baiquni. Dengan sangat gigihnya, sang korlap langsung melakukan inspeksi ke toko-toko kelontong di sekitaran kota Banda Aceh untuk melakukan Sweeping kardus aQua Gelas. Alhasil, sesampai di simpang lima, kardus-kardus tersebut langsung diolah untuk bisa dipakai dalam menjalankan aksi ini. Dibawah ini anda bisa melihat galeri foto-foto kegiatan dari awal hingga kegiatan ini berakhir.

«« Membantu Tak Pandang Bulu »»

«« Relawan mempersiapkan kardus »»

«« Sedang memplester tanda aksi peduli »»

«« aduh plesternya.. »»

«« ayo, plester terus.. »»

«« Sini, biar abang bantu plesterin tanda aksi »»

«« anak-anak AMIKI sedang menunggu kardus »»

«« bu, mohon bantuannya »»

«« Korlap »»

««  Kardus Amal »»

«« wah, ga nyangka ada juga yang nyumbang 50 ribu »»

«« Satu juta.. Dua juta… Seratus juta..!! »»

«« Lagi menikmatin ngitung duit »»

«« Bos, jangan senyam senyum sendiri, duitnya masih banyak tuh dalam kardus »»

Untuk total dana yang terkumpul pada hari kedua aksi, bisa dilihat dengan mengklik pada link berikut ini http://acehblogger.org/blog/?p=9942.

Possibly Related Posts:


Category: Sosial  | 15 Comments
Wednesday, February 11th, 2009 | Author:

Hari pertama pengumpulan dana untuk pengungsi Rohingya berjalan dengan sukses. Berpusat di Simpang Lima Banda Aceh tepatnya jam 11 (kurang lebih dikit mohon diikhlasin) , para Acehbloggers dan Aceh Linux Activist (KPLI yah namanya?) mulai bergerak menulusuri deretan motor dan mobil yang sedang berhenti karena lampu Merahnya Trafik Light. Dengan rasa tanpa pamrih para bloggers ini mengayunkan kardus aQua gelas kesana kemari untuk segera dipenuhi dengan selembaran uang-uang halal.

Waktu terus berjalan dan matahari makin memaksa untuk turun dari ketinggian langit,  kurang tepat jam 12.30 (hehe..) para bloggers mulai merapat ke dermaga pak Polisi yang ada di simpang lima tersebut. Setelah istirahat sebentar, nah mulailah hasil “tangkapan”dihitung untuk mengetahui jumlah pendapatan hari ini. Proses perhitungan ini dilakukan oleh 4 orang (2 orang cewek dan 2 orang cowok, yang lain istirahat sambil canda dan tawa, sambil lirik² juga =p ) dengan memakan waktu 10-15 menit. Tapi yang kerennya, proses perhitungan ini juga diliputi oleh wartawan berambut panjang.. (jeh,, koq keren??) hom hai..

Sebelum mengetahui total pendapatan hari ini, bagaimana jika mata saudara melirik-lirik 2 buah galeri foto berikut ini.

Nah setelah dihitung (saya ikut juga itung euy ;) ) maka didapatilah jumlah sumbangan pada hari pertama sebesar : Rp. 1.334.500,- (Satu Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Rupiah). Mungkin agak sedikit berbeda dengan sms yang anda terima dari saudara baiquni sebesar Rp. 1.330.500,- (maklum duitnya sembunyi dilipatan kotak aQua Qe³..)

Ohya buat kawan-kawan di acehblogger.org, mohon do’anya semoga besok atau hari ini jumlah yang didapat lebih besar dari pada hari kemaren yah. Sehingga kita dapat membantu saudara-saudara kita -muslim Rohingya- yang sedang dialami cobaan. Amiin..

Possibly Related Posts:


Category: Sosial  | 8 Comments
Wednesday, February 11th, 2009 | Author:

Masih ingat dengan manusia perahu yang terdampar di kepulauan sabang tepatnya diantara pulau Seulako dan pulau Rondo awal januari 2009 dan 3 Februari di Kuala Idi Rayeuk? iya mereka adalah Muslem Rohingya. Mereka adalah saudara-saudara kita seiman yang saat ini sangat butuh bantuan.

Di Negaranya Myanmar (ada juga dari Bangladesh) diperlakukan secara tidak manusiawi oleh tentara-tentara militer. Hak-hak mereka dirampas, dan kewarganegaraannya tidak diakui. Bayangkan sendiri jika kita diperlakukan seperti itu. Apa yang akan kita lakukan?. Mungkin inilah salah satu faktor yang membuat mereka memilih untuk mengungsikan diri ke luar sehingga terbebas dari penyiksaan yang tidak memihak ini.

Keberadaan para pengungsi rohingya ini mengingatkan kita akan kondisi Aceh beberapa waktu yang lalu, dimana banyak masyarakat Aceh yang karena kondisi keamanan yang buruk memilih keluar dari Aceh dan menetap di luar negeri untuk mencari keamanan dan kenyamanan.

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda yang cinta akan Islam secara bersama-sama membantu mereka dengan berbagai macam bantuan yang kita sanggupi, semoga Allah membalas segala keringanan tangan kita dalam memberi.

Di akhir tulisan ini, saya mengutip sebuah hadist yang sangat familiar kita dengar dalam kehidupan sehari-hari sehingga semoga bisa melahirkan kembali Ar-ruhul Jadid dalam diri kita semua, Allahumma Amiin..

“ Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan mereka, kasih sayang mereka dan keakraban mereka seperti satu badan. Jika salah satu anggota badan sakit maka seluruh anggota badannya juga merasakan hingga tidak bisa tidur dan demam.” Muttafaqun Alaihi.

Possibly Related Posts:


Category: Agama, Opini, Sosial  | 7 Comments
Check Google Page Rank