Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): Access denied for user ''@'localhost' (using password: NO) in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806

Warning: mysql_real_escape_string(): A link to the server could not be established in /home/acil/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1806
adikcilak.com
Thursday, December 26th, 2013 | Author:

gempa-dan-tsunami-aceh-tahun-2004

Tsunami 9 tahun yang lalu menyegarkan kembali ingatan saya dimana kenangan yang pernah tersimpan di dalam memori kembali diputar tentang dahsyatnya gempa dan tsunami 2004 yang melanda sebagian Aceh. Hampir 170.000 jiwa meninggal dunia pada hari tersebut dan puluhan ribu rumah rusak berat dan ringan.

Tsunami sendiri berasal dari bahasa jepang yang diambil dari kata tsu = pelabuhan dan nami = gelombang  yang mempunyai arti secara harfiah ombak besar di pelabuhan. Dimana berpindahnya volume air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Dalam bahasa Aceh sendiri tsunami disebut dengan ie beuna. Berdasarkan Kamus Bahasa Aceh – Belanda karangan Hoesin Djajadiningrat, arti dari ie beuna adalah gelombang tinggi yang berasal dari laut melanda daratan, diakibatkan karena gempa. Walau kedua kata diatas memiliki makna yang sama, tapi kata tsunami merupakan kata yang sangat melekat dalam ingatan masyarakat Aceh.

Tsunami Aceh membawa banyak cerita menarik yang  sayang untuk dilewatkan. Mungkin anda pernah mendengar tentang terbelahnya air tsunami di beberapa masjid di Aceh ketika dilewati, Ular besar yang menjadi petunjuk jalan bagi korban tsunami, kerelaan binatang yang bersedia mengganti tempat sebagai tempat selamat bagi manusia, dan banyak lainnya yang bisa dibaca di Internet. Tapi ada baiknya anda merelakan waktu sebentar untuk membaca kisah saya yang mungkin tidak akan anda temukan di kisah Tsunami lainnya.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, July 27th, 2013 | Author:

Grrrrrrrrrr… Kesal rasanya melihat tayangan iklan di fesbuk berisi gambar-gambar yang seronok. Lihat saja dari bunyi iklannya “septy udah pengen ‘main’, hasrat septy sudah tak tertahan, Rekor dunia mandi bugil” dan banyak lainnya yang bikin jijaaaayy..  iiiiiiiiiiiiiiiyyy. Bukan saya tidak suka, malah secara pribadi sesuatu yang mengumbar nafsu itu menyenangkan. Heiitss, saya mencoba menjadi manusia yang tidak munafik bero. Tapi bukan itu kawan, selain isi yang tidak mendidik, iklan yang berbau parnografi sudah jijik untuk dilihat. Apalagi ini bulan puasa tauuu?? Sesuatu yang semestinya berisi iklan-iklan yang bisa mendatangkan kebajikan, bukan iklan sampah yang hanya membuat anda cepat ‘dewasa’.

Seperti kebiasaan penggiat IT lainnya, dengan cekatan saya berburu plugin yang bisa membantu saya untuk mengurangi pundi-pundi dosa saya. Tidak lama setelah melakukan percobaan beberapaa plugin, eh gak bero maksudnya satu dua jenis plugin akhirnya saya temukan plugin yang dulunya (dah lama woy) memang udah pernah saya pakai. Pada gak sabaran kan? baik bero.. agar lebih afdhol saya buat step by step saja biar anda juga tau gimana cara menghapus iklan di facebook. Pertama sekali akan saya tuliskan untuk pengguna browser chrome.

CHROME
1.  Klik tombol “3 lapis garis” yang ada disudut kanan atas browser Chrome. Liyat gambar dibawah ini.

cara-hilangin-iklan-di-fb-1

2. Setelah itu bero dan sis klik Extensions. Ntar kelihatan seperti gambar dibawah ini. Kemudian klik Get more extensions.

cara-hilangin-iklan-di-fb-2

3. Di kotak pencarian, tulislah nama plugin yang ingin kita cari. Nama plugin-nya adBlock. ketik dan enter.

cara-hilangin-iklan-di-fb-3

4. Pada hasil pencarian, akan terlihat seperti gambar dibawah ini. Lanjut dengan meng-klik ADD TO CHROME.

cara-hilangin-iklan-di-fb-4

5. Akan keluar pesan Confirm New Extension. Klik tombol Add. Ntar akan keluar file yang didownload. Pada kasus ini setelah file tersebut didownload, plugin tersebut akan terinstall dengan sendirinya.

cara-hilangin-iklan-di-fb-5

6. Setelah terinstall, refresh kembali halaman utama fesbuk. Dan lihat, iklannya sudah ngacir ntah kemana :D

cara-hilangin-iklan-di-fb-6

MOZILLA FIREFOX

1. Klik tombol Add-ons seperti dibawah ini. Atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi tombol keyboard yaitu CTRL+SHIFT+A.

firefox-cara-hilangin-iklan-di-fb-1

2. Pada kotak pencarian, ketik adBlock dan enter.

firefox-cara-hilangin-iklan-di-fb-2

3. Hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini. Lantas klik tombol Install di plugin yang ingin diinstall.  Dan tunggu hingga proses download warna hijau selesai.

firefox-cara-hilangin-iklan-di-fb-3

4. Masuk ke tab halaman fesbuk dan refresh. Jika tidak ada perubahan, tutup terlebih dahulu Firefox-nya kemudian buka kembali dan lihat hasilnya.

Sekian tutorial manis dari saya :*

Possibly Related Posts:


Category: ICT  | Tags: , , , , ,  | 11 Comments
Wednesday, February 06th, 2013 | Author:

Sebelum saya bermain (baca: traveling, bero) ke pulau ini, yaitu pulau nasi, saya masih belum mengetahui persis nama pulau ini yang mana? Pulau nasi, pulau breuh atau pulau Aceh. Ketiga nama pulau ini memang sudah lama saya dengar tapi belum pernah menginjak kaki disana. Sesampai disanalah saya baru mengetahui bahwa pulau nasi adalah bahagian dari salah satu pulau dari pulau Aceh atau lebih tepatnya dibawah kecamatan Pulo Aceh kabupaten Aceh Besar.

Pulo Aceh terbagi kedalam 3 mukim yaitu mukim Pulo Breuh Utara, Pulo Breuh Selatan dan Mukim Pulo Nasi. Mukim Pulo Nasi yang saya kunjungi membawahi 5 kampung, yaitu kampung Alue Reuyeueng, Rabo, Deudap, Lamteng dan Pasie Janeng. Untuk bisa mencapai ke Pulau ini hampir tiap harinya ada transportasi laut loh. Lah namanya juga pulau, tentu harus menggunakan jasa laut yah? hihi.. Boat Nelayan adalah jasanya. Wah koq bisa? yah memang begitu. Anda harus siap tahan banting dari ‘amukan’ gelombang. Secara boatnya ukuraaaann.. hmm mau bilang kecil, bisa jadi, mau bilang besar, ya tidak sebesar KMP kepunyaan ASDP. Susah juga menentukan ukuran. Mungkin tepatnya lebih kurang muat 30-40 penumpang beserta sepeda motor dan keperluan penumpang. Dari Banda Aceh anda bisa berangkat melalui dermaga kecil yang ada di Ulee Lheue tepatnya diantara Kafe Wisata Kuliner dan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh. Bout nelayan ke Pulo Nasi ini, sedianya berangkat jam 2 siang (14.00 WIB) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam ke pelabuhan/dermaga Lamteng dan kurang lebih 1 jam ke dermaga Deudap. Ini semua tergantung dari kondisi cuaca dan gelombang di laut. Setiap dermaga ini digunakan selang sehari. Misal hari ini dari Lamteng menuju ke Banda Aceh (bolak-balik), esoknya dari Deudap ke Banda Aceh (Bolak-balik). Lusanya baru dari Lamteng lagi.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, January 05th, 2013 | Author:

Di tulis oleh: Era Mayawati

Masyarakat Aceh kaya akan budaya dan adat-istiadat. Beragam adat-istiadat diwarisi turun-menurun dari nenek moyang ke anak-cucu. Meski zaman telah maju dan adat-istiadat mulai luntur di kalangan tertentu, tapi masih ada juga kalangan yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat. Adat-istiadat tersebut telah mendarah daging dalam masyarakat Aceh dan mengatur setiap sendi kehidupan, mulai dari kandungan hingga meninggal. Sejak awal dari kehidupan manusia yaitu saat berada dalam kandungan ibunda, adat-istiadat sudah menuntun manusia dalam berperilaku, baik adat yang berupa anjuran maupun pantangan. Berbagai macam anjuran dan pantangan mewarnai kehidupan seorang ibu yang sedang mengandung bayinya. Bisa dikatakan bahwa masa kehamilan merupakan masa dimana terdapat begitu banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh pasangan suami-istri.

Banyaknya pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil kadang kala membuat si ibu merasa stres. Ruang geraknya terasa dibatasi. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan stres karena banyaknya stressor yang dihadapi oleh ibu hamil. Ibu hamil harus menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis dan psikologis yang dihadapinya selama masa kehamilan. Perubahan-perubahan tersebut sudah cukup membuat seorang ibu merasa stres jika tidak mampu beradaptasi dengan baik, apalagi ditambah dengan adat pantang yang berjibun.

Memang, adat pantang yang biasanya datang dari orang tua dan mertua dari si ibu tujuannya baik, demi keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya. Namun, adat pantang tersebut tidak semuanya benar, tidak pula semuanya salah. Kita harus pandai-pandai memilah. Kadang kala adat pantang itu benar adanya, hanya saja alasan yang diutarakan yang salah. Justru karena alasannya yang salah itulah orang enggan untuk menurutinya. Jika alasan yang dikemukakan bisa diterima oleh akal sehat, tentu akan lebih mudah untuk dijalankan. Generasi sekarang yang telah mengikuti perkembangan zaman, mulai merasa enggan untuk mengikuti adat yang selama ini telah hidup dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena pikiran awam yang tertanam dalam otak mereka telah digantikan dengan pengetahuan yang rasional. Tentunya mereka akan membantah ketika orang tua mengatakan “Tidak boleh duduk di pintu supaya tidak mengalami kesulitan saat melahirkan”. Mereka akan membantah, “Apa hubungannya jalan lahir dengan pintu rumah?”

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Tuesday, January 01st, 2013 | Author:

Beberapa minggu yang lalu blog saya mengalami kecelakaan script.  Saya tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkannya. Di halaman utamanya keluar pesan error seperti Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/aaa/public_html/blog/wp-content/plugins/statpress-reloaded/statpress.php on line 1719.

deprecated-function-ereg-is-deprecated-in

Setelah saya menelusuri  di beberapa website  via Google, akhirnya saya menemukan beberapa solusi dan menggabungkannya.  Untuk lebih mudahnya, saya buat per-step ya?

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Category: ICT  | Tags: , , ,  | One Comment
Monday, December 31st, 2012 | Author:

Mengelilingi Aceh merupakan kesukaan yang tiada banding. Salah satunya adalah mengunjungi kepulauan simeulue. Simeulue merupakan sebuah kabupaten yang ada di provinsi Aceh dan berada di samudera hindia. Dengan luas wilayahnya 203.148,63 hektar membuat simeulue terbagi menjadi 8 kecamatan yang mencakup 138 desa. Secara tofografis, simeulue merupakan daerah datar, bergelombang, berbukit dan bergunung curam dengan ketinggian yang tidak relatif tinggi. Mungkin sekitar 200 hingga 500 meter diatas permukaan laut.

Untuk bisa sampai ke pulau Simeulue ada 2 alternatif transportasi. Yaitu udara dan laut. Jika anda ingin menempuh jalur udara, sekarang bisa ditempuh melalui bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh. Sebelumnya jalur udara menuju ke Simeulue hanya bisa ditempuh melalui bandara Polonia Medan dengan menggunakan maskapai penerbangan SUSI Air dan Merpati. Harga tiketnya via medan juga bervariasi. Untuk maskapai Merpati lebih murah dibandingkan SUSI Air yaitu sekitar 400 rb (2011) dan untuk SUSI Air sekitar 700 rb.  Jika anda menanyakan ke saya mana yang lebih nikmat dari kedua itu. Keduanya sama-sama enak. Jika anda tahan dengan kebisingan suara mesin, menaiki pesawat SUSI air lebih mengasyikkan. Anda akan menikmati pemandangan yang luar biasa yang tidak anda dapatkan pada merpati. Sekali-kali untuk mengelak awan sang pilot akan melakukan manuver. Selain itu ia memiliki jendela yang lebih besar dari pesawat Merpati, dan anda akan seru melihat kecanggihan teknologi pesawat cesna beserta pilotnya yang ganteng-ganteng, semuanya bule. Hehe.

cesna-susi-air

landing

Rute laut adalah alternatif kedua. Rute ini berangkat dari pelabuhan air di Labuhan Haji, Aceh Selatan. Waktu tempuh sekitar 9 jam menggunakan feri KMP Sinabang.  Jadwal pemberangkatan dari labuhan haji setiap hari Selasa, Jum’at dan Minggu jam 22.00 WIB.

KMP teluk Sinabang

Di Simeulue memiliki banyak tempat wisata. Seperti Pantai besung, pantai ganting, pantai alus-alus,  naibos,  danau lawik tawar,   makam Teungku Diujung, Makam  Tgk. Bakudo Batu (Banurullah), Taman laut Terumu Karang dan banyak lainnya. Pantai besung adalah salah satu pantai yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Pantai ini selain bersih, memiliki pasir putih dengan air yang bening. Gelombangnya juga tidak terlalu besar dan tenang, memang cocok untuk liburan keluarga di akhir pekan.

Sunset di Pantai Besung

Wisata Religi

Makam Teungku Diujung merupakan sebuah makam keramat yang berada di Kampung Latak Ayah desa Kuta Padang kecamatan Simeulue Tengah. Beliau adalah seorang ulama yang juga pendakwah yang dulunya menyebarkan agama Islam di Pulau ini. Hampir seluruh penduduk di pulau ini berhasil ia Islamkan.  Tsunami tahun 1907 dan 2004 yang dikenal dahsyatnya tidak membuat makam ini rusak. Penduduk disana sangat menghormati makam tersebut sehingga beberapa kawan yang sudah lama tinggal disana melarang saya mengambil gambar di makam itu karena ditakutkan akan terjadi hal ghaib yang mungkin tidak diinginkan.

Makam Tengku Bakudo Batu (Banurullah) adalah salah satu tempat wisata islami lainnya yang patut dikunjungi.  Beliau juga salah seorang ulama yang menyebarkan Islam disana ketika masa Kesultanan Iskandar Muda. Ini dibuktikan dengan adanya prasasti tujuh batu penyangga yang khusus dikirimkan sultan untuk mendirikan masjid yang sekarang berada di  desa Salur, Teupah Barat. Ketika saya menziarahi makam tersebut, salah seorang penduduk disana bercerita, bahwa di pokok (pohon) diatas makam ini ada sumber mata air yang tak pernah kering. Tapi sejak makam tersebut sekelilingnya di semen, air tersebut  sudah mengering.

makam-tgk-bakudo-batu-banurullah

Wisata Tsunami

Smong. itulah istilah yang digunakan masyarakat disana untuk Tsunami. Beranjak dari peristiwa Tsunami tahun 1907 masyarakat disini sangat paham jika air laut sudah surut. Tahun 1907 menjadi pelajaran penting bagi penduduk Simeulue saat itu yang selamat dimana ketika air laut surut masyarakat berlomba-lomba mendapatkan ikan dengan mudahnya. Tapi tidak mengira akan datang gelombang Tsunami (Smong) yang menghantam daratan dan memakan banyak korban.

Sekarang, sisa-sisa tsunami 1907 masih bisa dilihat dari bekas-bekas terumbu karang yang terhampar jauh ke daratan. Salah satunya yang telah saya kunjungi terletak di desa Naibos. Terumbu Karang ini terdampar di persawahan masyarakat setempat dengan jarak dari bibir pantai sekitar 500 meter. Padahal Tsunami 2004 saja tidak sampai sejauh itu yang hanya berpaut 100 hingga 300 meter dari bibir pantai. Objek wisata seperti ini sudah seharusnya dicanangkan dengan baik seperti yang dilakukan di Jepang.  Tapi sayang, pemerintah Simeulue belum benar-benar menggarap wisata Tsunami ini.

terumbu-karang-terhempas-jauh-tsunami-1907-simeulue

Masih di kawasan Naibos, disini kita bisa menatap pemandangan yang indah dengan panorama pohon-pohon kelapa yang tinggi. Air-air laut yang jernih membuat kita sangat ingin bisa berenang dilaut  tersebut. Bekas-bekas peninggalan perlawanan di masa penjajahan  juga masih tertata dengan baik.

benteng-pertahanan-di-desa-naibos

Wisata Kuliner

Simeulue terkenal dengan udang lobster nya. Penduduk disana menyebutnya dengan lahok. Lobster memang menjadi komuditi terkenal yang dipasok ke luar negeri seperti Jepang. Tidak heran, ketenaran lobster simelue diakui oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dalam akun twitternya  yang bunyinya Subhanallah, rupanya ini lobster simeulue yg diekspor ke jepang dan manca negara itu…? *hiuks2*”. Tidak percaya? silahkan buka link http://pics.lockerz.com/s/203535630 untuk memastikan :)

Saya juga sudah merasakan kenikmatan lahok simeulue ini ketika travelling kesana. Sampai puyeng makannya karena  kolestorel binatang laut ini terlalu tinggi. Ayo dicoba.. Laziiiiisss..

lobster-yang-sudah-di-goreng

Tulisan ini diikutsertakan untuk mengikuti Kontes Blog MySelangorStory 2013 :)

MySS 2011: http://blog.adikcilak.com/2011/08/31/malaysia-menjalin-silaturrahmi-berobat-dan-wisata/


Possibly Related Posts:


Saturday, December 08th, 2012 | Author:

Waksyah, begitulah panggilan bapak tua berumur 60 tahun ini. Dengan nama panjang Syamsah Ahmad, sehari-harinya bekerja sebagai petani. Beliau tinggal di dusun monprei desa Alue Dua, Payah Gajah kecamatan Peureulak Aceh Timur. Desa ini berjarak 4-5 Km dari pasar Peureulak dengan kondisi jalan aspal dan berbatuan.  Monprei adalah sebuah dusun dari tiga dusun yang berada di kampung Alue Dua. Kampung ini dulunya merupakan kampung basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dari cerita yang saya dengar daerah ini memang sering terjadi kontak tembak antara TNI dan GAM pada masa konflik dulu.

Ditempat bekas basis GAM ini, Waksyah memiliki koleksi unik yang tidak dipunyai oleh orang-orang yang sekampung dengannya. Ia mempunyai buku-buku sejarah Aceh dan buku perjuangan gerakan. Buku-buku ini ia dapatkan dari para tentara GAM yang singgah di rumahnya. Kadang-kadang setelah membaca, mereka (para tentara GAM) meninggalkan buku tersebut dirumahnya hingga ia menyimpan buku-buku itu. Malah ada buku yang udah disimpan lebih dari 15 tahun.

Pasca penandatanganan damai antara pemerintah Indonesia dengan GAM, beliau mulai berpikir jika buku-buku tersebut dibaca oleh anak-anak dikemudian hari, ini akan membentuk pola pikir (doktrin) yang tidak baik di masa mendatang. Selain itu, dikampung ini sekolah dasar (SD) juga tidak ada.  Jika anak-anak ingin bersekolah mereka  harus melewati  3 kampung dengan berjalan kaki. Alasan inilah yang membuat Waksyah mendirikan taman bacaan yang bernama Taman Baca Monprei.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Thursday, September 20th, 2012 | Author:

Ini memang sangat pelik dan betul-betul sangat pelik ketika saya membaca beberapa status kawan yang kehilangan data website akibat kesalahan administrator (human error) ketika melakukan instalasi ulang pada server mereka. Bagi reseller sebuah hosting, ini adalah musibah yang sangat dahsyat yang harus mereka terima apalagi mereka tidak kuasa ketika seller tidak memiliki backup dan lepas tangan disaat data hosting tempat mereka jualan server terformat begitu saja. Cacian makian dari client bisa membuat pengusaha hosting stress berat. Saya tidak sanggup pikir bagaimana jika hal tersebut juga saya alami.  Sebagai seorang teman yang juga bekerja sebagai  reseller hosting saya turut berduka atas kejadian ini.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Sunday, July 08th, 2012 | Author:
Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Ada sebuah cerita menarik yang saya dapatkan dari sekretaris desa (sekdes)  kampung nelayan  yang bernama Amin KS. Seperti diketahui, gempa yang disusul tsunami tahun 2004 yang sangat dahsyat tersebut telah membawa dampak yang sangat besar bagi seluruh rakyat Aceh. Khususnya kampung Pasir yang memang terletak persis di bibir pantai laut kota Meulaboh. Meulaboh yang menjadi salah satu kabupaten terparah dilanda tsunami menjadi daerah prioritas penanganan bencana. Awal 2005, berbagai macam Organisasi Non-Pemerintah (NGO) masuk ke daerah ini untuk membantu. Salah satunya adalah CARITAS.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, July 07th, 2012 | Author:

Siapa sih yang tidak mengenal Teuku Umar. Seorang pahlawan nasional yang mempunyai cara strategi berperang yang tidak digunakan (jarang) oleh pahlawan nasional lainnya. Cara yang tidak biasa yang malah bisa dianggap sebagai pengkhianat telah membuat ia benar-benar dianggap  pengkhianat bagi koloni Belanda saat itu, yaitu strategi berpura-pura mengkhianati pejuang Aceh dengan memberikan segala informasi tentang mereka. Cara yang ia tempuh inipun hanya diketahui oleh beberapa orang pemimpin pejuang besar dengan alasan agar strategi ini tidak sampai bocor ke mata-mata alias cuak di barisan pejuang Aceh. Strategi ini telah banyak memakan korban jiwa dan harta dari pihak kolonial Belanda, sehingga ini membuat Belanda geram dan benar-benar ingin mencarinya. Hidup atau mati kepalanya harus ditemukan. Itulah tekad Belanda saat itu karena saking marahnya.

Alkisah menceritakan ketika suami Cut Nyak Dhien ini wafat, para pejuang sempat berkali-kali memindahkan kuburannya agar tidak diketahui oleh mata-mata untuk diinformasikan ke Belanda. Maka tidak heran, posisi terakhir makamnya lari jauh dari menghadap kiblat dikarenakan proses  pengkuburan yang dilakukan pada malam hari.

Dibawah ini foto-foto perjalanan ke makam Teuku Umar, kompleknya beserta makam dimana Teuku Umar dikebumikan. Selamat menikmati.

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank