Tag-Archive for » DIBA «

Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Kawan…

Hampir sepuluh tahun gempa dan tsunami Aceh 2004. Serangkaian proses yang kita hadapi telah membentuk kita menjadi generasi yang tangguh dari bencana. Proses terbentuknya ketangguhan ini dilalui secara bertahap. Bukan sembarangan proses. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, dan bencana yang silih berganti telah mengajarkan kita akan artinya ketangguhan dalam berbencana. Kita korban, kita relawan dan kita pembangun. Yang membangunkan kembali pemukiman, pendidikan, pemerintahan, infrastruktur, ekonomi, dan segala sektor penting lainnya.

10 tahun itu bukan waktu yang cepat. Disana ada proses pembelajaran bencana yang terus berulang-ulang. Gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kebakaran dan berbagai macam jenis bencana lainnya telah mengajarkan kita akan kewaspadaan. Jika kita kembali membuka halaman lama saat gempa dan tsunami 2004 terjadi, begitu banyak korban yang jatuh akibat ketidakpahaman kita. Padahal gejala akan datangnya tsunami sudah tampak didepan mata tapi kita masih terpaku pada goyangan gempa. Jauh tahun kemudian, saat terjadi gempa kuat 11 april 2012, dimana saat itu masyarakat mulai menghindari bibir pantai dan mengungsi ke tempat yang aman seperti bukit dan gedung penyelamatan. Ini menjadi bukti bahwa pemahaman masyarakat terhadap gempa semakin meningkat.

sumber gambar: dallascounty.org

sumber gambar: dallascounty.org

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Friday, October 07th, 2011 | Author:

Bencana alam gempa bumi  dan tsunami tahun 2004 telah meluluhlantahkan bumi Aceh, Nias dan sebagian belahan bumi lainnya seperti Thailand, Malaysia dan Srilanka. Menelan korban yang tidak tanggung-tanggung kurang lebih 200.000 jiwa meninggal dan hilang telah membuat semua orang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal. Tidak hanya itu, kebakaran, angin kencang, banjir dan tanah longsor juga menjadi “pelanggan tetap” musibah yang terus melanda negeri kita tercinta ini.

Salah satu strategi mengurangi risiko bencana adalah dengan membangun sistem informasi kebencanaan. Hal ini untuk mempermudah aksi terutama pemangku kepentingan (stake holder)  dalam melakukan kesiapsiagaan dan pencegahan ke depan. Pembuatan sistem informasi kebencanaan telah membawa dampak baik dari berbagai bencana alam berskala besar, seperti El nino  di Peru, badai Mitch di Honduras, dan gempa bumi di El Savador. Indonesia juga sudah memulainya dengan diluncurkan sebuah produk kebencanaan berbasis web pada tanggal 29 juli 2008 yang dikenal dengan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

diba-hiyyder

Bagaimana dengan Aceh?

Pasca gempa bumi dan tsunami 26 desember 2004, Aceh mulai membenah diri dengan perbaikan di segala bidang. Dengan banyak bantuan dari pihak luar, telah  memudahkan rekonstruksi dan rehabilitasi terbangun dengan cepat walau ada kurang disana-sini. Tidak sedikit bantuan dalam penguatan data juga tersebar di kantor-kantor pemerintahan dan  non pemerintahan. Untuk data histori kebencanaan saja baru hadir secara online pada maret 2010 yang diinisiasi oleh Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Unsyiah. Sistem informasi ini dikenal dengan sebutan DIBA, yaitu singkatan dari Data Informasi Bencana Aceh.

DIBA adalah sebuah sistem yang dirancang sebagai database informasi dan analisa statistik bencana alam di Aceh dan berperan sebagai media pendukung keputusan untuk pengurangan risiko bencana.  Begitu penjelasan Fachrul Fikri di sela-sela waktu kerjanya di Pusat Riset.[]

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank