Tag-Archive for » Meulaboh «

Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Saturday, July 07th, 2012 | Author:

Siapa sih yang tidak mengenal Teuku Umar. Seorang pahlawan nasional yang mempunyai cara strategi berperang yang tidak digunakan (jarang) oleh pahlawan nasional lainnya. Cara yang tidak biasa yang malah bisa dianggap sebagai pengkhianat telah membuat ia benar-benar dianggap  pengkhianat bagi koloni Belanda saat itu, yaitu strategi berpura-pura mengkhianati pejuang Aceh dengan memberikan segala informasi tentang mereka. Cara yang ia tempuh inipun hanya diketahui oleh beberapa orang pemimpin pejuang besar dengan alasan agar strategi ini tidak sampai bocor ke mata-mata alias cuak di barisan pejuang Aceh. Strategi ini telah banyak memakan korban jiwa dan harta dari pihak kolonial Belanda, sehingga ini membuat Belanda geram dan benar-benar ingin mencarinya. Hidup atau mati kepalanya harus ditemukan. Itulah tekad Belanda saat itu karena saking marahnya.

Alkisah menceritakan ketika suami Cut Nyak Dhien ini wafat, para pejuang sempat berkali-kali memindahkan kuburannya agar tidak diketahui oleh mata-mata untuk diinformasikan ke Belanda. Maka tidak heran, posisi terakhir makamnya lari jauh dari menghadap kiblat dikarenakan proses  pengkuburan yang dilakukan pada malam hari.

Dibawah ini foto-foto perjalanan ke makam Teuku Umar, kompleknya beserta makam dimana Teuku Umar dikebumikan. Selamat menikmati.

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Papan Selamat Datang Makam Teuku Umar

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank