Tag-Archive for » Tsunami 2004 «

Sunday, August 17th, 2014 | Author:

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Thursday, December 26th, 2013 | Author:

gempa-dan-tsunami-aceh-tahun-2004

Tsunami 9 tahun yang lalu menyegarkan kembali ingatan saya dimana kenangan yang pernah tersimpan di dalam memori kembali diputar tentang dahsyatnya gempa dan tsunami 2004 yang melanda sebagian Aceh. Hampir 170.000 jiwa meninggal dunia pada hari tersebut dan puluhan ribu rumah rusak berat dan ringan.

Tsunami sendiri berasal dari bahasa jepang yang diambil dari kata tsu = pelabuhan dan nami = gelombang  yang mempunyai arti secara harfiah ombak besar di pelabuhan. Dimana berpindahnya volume air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Dalam bahasa Aceh sendiri tsunami disebut dengan ie beuna. Berdasarkan Kamus Bahasa Aceh – Belanda karangan Hoesin Djajadiningrat, arti dari ie beuna adalah gelombang tinggi yang berasal dari laut melanda daratan, diakibatkan karena gempa. Walau kedua kata diatas memiliki makna yang sama, tapi kata tsunami merupakan kata yang sangat melekat dalam ingatan masyarakat Aceh.

Tsunami Aceh membawa banyak cerita menarik yang  sayang untuk dilewatkan. Mungkin anda pernah mendengar tentang terbelahnya air tsunami di beberapa masjid di Aceh ketika dilewati, Ular besar yang menjadi petunjuk jalan bagi korban tsunami, kerelaan binatang yang bersedia mengganti tempat sebagai tempat selamat bagi manusia, dan banyak lainnya yang bisa dibaca di Internet. Tapi ada baiknya anda merelakan waktu sebentar untuk membaca kisah saya yang mungkin tidak akan anda temukan di kisah Tsunami lainnya.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Sunday, July 08th, 2012 | Author:
Peta Ancaman Kampung Pasir

Peta Kampung Pasir

Pagi itu cuaca masih belum terlalu terik karena mentari sedang mengambil posisinya untuk bisa lebih bersinar di ketinggian derjat. Lautpun masih terlalu tenang dari gelombang. Nampak dari kejauhan ombak masih enggan untuk melengkupkan dirinya. Disini, sebuah kampung yang waktu tsunami 2004 menjadi kampung terparah dilanda kehancuran. Tidak ada yang tertinggal kecuali beberapa pohon besar yang masih dibiarkan Tuhan untuk menjadi saksi bisu dan tempat sebagai tanda, bahwa pohon itu pernah menjadi “warga” sebuah kampung nelayan yang berada di pesisir laut.

Namanya kampung Pasir, karena memang berada di pesisir laut Aceh Barat. Kampung ini terletak di kecamatan Johan Pahlawan, kira-kira 1 km dari pusat kota Meulaboh (kalau ditarik garis lurus mungkin lebih pendek dari itu). Mayoritas penduduk disini menggunakan bahasa jamu atau lebih kenal bahasa jamee alias bahasa minang. Tapi tidak sedikit yang menggunakan bahasa Aceh dengan logat minang. Beberapa orang pria yang saya temui malah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantarnya. Nampak dari ngomongan mereka ketika bercanda sesamanya.

Ada sebuah cerita menarik yang saya dapatkan dari sekretaris desa (sekdes)  kampung nelayan  yang bernama Amin KS. Seperti diketahui, gempa yang disusul tsunami tahun 2004 yang sangat dahsyat tersebut telah membawa dampak yang sangat besar bagi seluruh rakyat Aceh. Khususnya kampung Pasir yang memang terletak persis di bibir pantai laut kota Meulaboh. Meulaboh yang menjadi salah satu kabupaten terparah dilanda tsunami menjadi daerah prioritas penanganan bencana. Awal 2005, berbagai macam Organisasi Non-Pemerintah (NGO) masuk ke daerah ini untuk membantu. Salah satunya adalah CARITAS.

Mau lanjut baca? klik ini…

Possibly Related Posts:


Check Google Page Rank